![]() |
| Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas (Foto: Istimewa) |
LAMPUNG TENGAH - Wanita asal Lampung Tengah mendadak tewas setelah kejang-kejang saat polisi menggerebek kamar kosnya di Bandar Lampung, Senin (19/12/2022).
Nanik Indrayani (27) warga Kampung Rukti Endah, Seputih Raman, Lampung Tengah tewas di dalam kamar indekos Jalan Pulau Seribu, Kelurahan Sukarame, Kota Bandar Lampung.
Aparat Satreskrim Polres Lampung Tengah mengatakan wanita tersebut diduga terkait tewasnya Direktur Jaya Putra Perkasa (SPBU Ganjar Asri Metro), Aditya Rama Putra (37).
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Aditya, didapat petunjuk awal mengarah ke salah satu teman wanitanya, Nanik Indrayani.
"Berbekal hasil olah TKP, kami mendapati beberapa helai rambut panjang dan bercak darah di beberapa tempat. Media sosial Facebook Aditya juga ternyata masih aktif," ujarnya, Selasa (20/12/2022).
Berdasarkan barang bukti yang ditemukan di rumah Aditya, Kampung Purwodadi, polisi mendapat lokasi persembunyiannya teman wanita korban yang sempat tertangkap CCTV.
"Berbekal rekaman CCTV di TKP kematian Aditya, menunjukkan adanya dugaan seorang wanita berada dalam satu rumah dengan korban sebelum meninggal," jelas Edi, dilansir IDNTimes.
Berbekal informasi warga, wanita dicurigai tersebut berada di salah satu kontrakan kawasan Way Dadi, Bandar Lampung.
Petugas langsung bergerak menyusuri setiap kontrakan di daerah Way Dadi. Alhasil, petugas Tekab 308 Polres Lampung Tengah menemukan lokasi kamar kosan diduga menjadi tempat persembunyian wanita tersebut.
“Saat Tim Tekab 308, tiba di lokasi sebuah kamar diduga tempat bersembunyi wanita yang terekam CCTV itu, menemukan barang-bukti berupa HP milik korban Aditya di salah satu kamar lantai atas," kata Edi.
Namun polisi mendapati Nanik telah tergeletak tidak bergerak dengan posisi mulut menganga di dalam kamar.
"Kami langsung memanggil penghuni kamar lainnya, dengan tujuan agar melihat teman kosnya itu," ujar Edi.
Saat diperiksa penghuni sebelah kamar, YW dan DN, Nanik sudah tidak bernafas. Polisi menghubungi RT dan Bhabinkamtibmas setempat serta petugas medis untuk mengecek.
"Hail pemeriksaan medis dipastikan orang tersebut sudah meninggal," jelas Edi.
Dari hasil pemeriksaan kamar kos Nanik, petugas menemukan dua unit handphone merek Iphone 13 Pro Max dan Samsung Galaxy A7 di bawah tubuh Nanik,
Lalu satu kunci diduga milik korban Aditya berada dalam tas warna coklat milik Nanik.
Selain itu, petugas juga mengamankan tas hitam dan paper bag warna coklat, diduga sama dengan dipakai Nanik saat terekam CCTV di rumah korban Aditya di Kampung Purwodadi.
“Kami bersama anggota Polsek Sukarame membawa jenazah Nanik ke Rumah Sakit Bhayangkara, guna dilakukan otopsi jenazah," kata Edi. (*)
