Notification

×

Dinasti Politik Jokowi Berpotensi Jadi Dinasti Kerajaan, jika...

26 January 2023 | 6:31 PM WIB Last Updated 2023-01-27T16:18:29Z
Jokowi dan anak, menantu (Foto: Kolase/Istimewa)

JAKARTA - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep telah mengungkapkan ketertarikannya untuk terjun ke dunia politik. 


Ia mengikuti jejak kakaknya, Gibran Rakabuming Raka, dan kakak iparnya, Bobby Nasution


Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung mengatakan memang tidak ada yang salah jika orang terjun ke dunia politik. 


Namun, hingga saat ini kata ‘dinasti’ memiliki makna negatif. 


“Tentu pengertian dinasti itu mengingatkan pada sistem kerajaan di masa lalu untuk orang memperoleh kekuasaan karena fatwa dari langit dan karena jenis darah yang sama warnanya yaitu darah biru,” kata Rocky, di YouTube 'Rocky Gerung Official', dikutip pada Kamis (26/1/2023).


Meski begitu, dia mewanti-wanti akan kemungkinan dinasti yang dibangun Presiden Jokowi adalah dinasti feodal. 


“Pendidikan politik di dalam keluarga itu yang menyebabkan dinasti publik modern. Indonesia bukan sistem kerajaan, India juga bukan kerajaan, Amerika bukan kerajaan tetapi mereka tetap punya dinasti,” jelas Rocky. dilansir Suara.com.


“Gibran dan Kaesang tentu belajar dari ayahnya, tetapi kalau Gibran dan Kaesang misalnya setuju dengan presiden threshold (PT) 20 persen karena ayahnya mungkin akan punya partai yang bisa menang menggunakan 20 persen, maka itu dinasti yang feodal,” tambah Rocky.


Dia berharap kedua anak orang nomor satu di Indonesia itu bisa menjadi pemimpin yang mendukung PT nol persen, agar semua orang bisa berpartisipasi dalam demokrasi dan tidak ada lagi istilah 'bagi-bagi kue' dalam pemerintahan.


“Dan ketidakwajaran itu terjadi kalau anak dari si politisi itu nebeng pada kekuasaan ibunya atau bapaknya, sementara ibunya dan bapaknya juga protektif terhadap dia,” kata Rocky. (*)