![]() |
| Tiga terdakwa hadir dalam persidangan (Foto: Istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Nama Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Lusmeilia Afriani turut disebut dalam sidang kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila, Kamis (26/1/2023).
Prof Lusmeilia disebut saksi Mualimin ikut menyumbang untuk pembangunan gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC) di sidang lanjutan PMB Unila dengan terdakwa eks Rektor Unila Prof Karomani.
Mulanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muchamad Afrisal bertanya pada Mualimin, siapakah yang ikut menyumbang untuk pembangunan LNC.
"Lusi ini siapa," tanya Afrisal.
Mualimin mengatakan Lusi adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unila.
"Lusi ini Ketua LP2M Unila," kata Mualimin, dilansir Tribunlampung.
JPU Afrisal menerangkan kepada majelis hakim bahwa nama Lusi masuk di dalam catatan barang bukti nomor 184.
Lalu JPU KPK Afrisal menanyakan apakah ini catatan bapak. Mualimin mengatakan benar itu catatannya.
Dalam barang bukti yang ditampilkan jaksa pada slide melalui proyektor, terlihat Lusi menyumbang Rp 150 juta untuk LNC.
Jaksa mengatakan, benar ini dalam catatan saksi. Saksi Mualimin mengatakan, benar ini catatannya.
Jaksa menunjukkan ada nama Prof Asep Sukohar juga ikut menyumbang Rp 200 juta, Mukri Rp 400 juta.
Lalu jaksa menanyakan kepada saksi, dalam catatan saksi bahwa ada catatan ada sumbangan dari dosen-dosen apa ini.
Saksi Mualimin mengatakan, iya dosen-dosen Nahdlatul Ulama (NU) yang ada di Unila.
Jaksa mengatakan, siapa saja contohnya. Mualimin mengatakan, Rudi, Suroto dan Dekan Unila Ida Nurhaida.
"Ini semua didapatkan dari tahun 2021, termasuk almarhum dr Muhartono atau dosen Fakultas Kedokteran (FK) Rp 150 juta," kata Mualimin.
Mualimin mengatakan, dekan Fakultas Hukum M Fakih juga ikut menyumbang untuk LNC Rp 100 Juta, dekan FISIP Ida Nurhaida Rp 100 Juta, Dekan FMIPA Rp 100 juta.
Dia juga mengungkapkan, Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo juga ikut menyumbang Rp 100 Juta, untuk beli kursi Rp 70 juta dan sisanya Rp 30 juta cash.
Jaksa menanyakan, tahun berapa gedung LNC dibangun. Mualimin mengatakan, pembangunan gedung LNC sejak dimulai dari tahun 2021 sampai selesai tahun 2022.
Jaksa menanyaka, berapa biaya untuk pembangunan gedung LNC. Mualimin menjawab dana untuk pembangunan sekitar Rp 3 miliar. (*)
