![]() |
| Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Foto: Istimewa) |
LAMPUNG UTARA - Warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), Firullazi (FRZ) meninggal usai ditangkap dan ditembak polisi Lampung.
Pihak kepolisian mengatakan saat penangkapan pelaku mengeluarkan senjata api dan berusaha melawan petugas.
Namun pihak keluarga Firullazi memprotes karena terungkap banyak kejanggalan dengan kematiannya.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Firullazi melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Oleh karena itu, pihak kepolisian melakukan tindakan tegas kepada Firullazi.
"Pada saat dilakukan penangkapan, kita sudah melakukan secara humanis, tiba-tiba dia melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata. Ada indikasi pelaku saat diamankan mengeluarkan senjata yang membahayakan petugas," ujar Pandra, Ahad (29/1/2023).
"Saat ditangkap, pelaku membawa senjata api, serta melawan petugas yang dapat membahayakan petugas dan orang lain," tambahnya, dilansir detikcom.
Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail mengatakan, pihaknya sudah melakukan penangkapan sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur).
Kurniawan juga menyebut tindakan yang diberikan kepada Firullazi karena adanya perlawanan yang membahayakan petugas kepolisian.
Dari hasil penyelidikan dan pengembangan pasca kejadian curas (kambing) di wilayah hukum Polres Lampung Utara yang mengakibatkan meninggalnya korban (pemilik kambing) ditembak pelaku berjumlah 4 orang spesialis curi hewan ternak, tim gabungan langsung bergerak mengumpulkan bukti-bukti kuat yang mengarah kepada tersangka (Firullazi) dan 3 orang lainnya masih DPO (dalam pengembangan).
"Adanya perlawanan aktif yang dilakukan tersangka curas dengan pembunuhan ini direspons oleh tim dengan memberikan tindakan tegas terukur, namun tersangka dinyatakan meninggal dunia saat akan dirawat di rumah sakit," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Firullazi meninggal dunia usai ditangkap pihak kepolisian. Keluarga dari Firullazi di Ogan Ilir, Sumsel pun histeris mendapatkan kabar tersebut.
"Waktu itu suami saya selesai shalat Maghrib langsung ditangkap polisi, tapi tidak ada surat penangkapannya. Suami saya baik-baik saja waktu ditangkap, banyak saksinya," kata istri Firullazi, Iriani kepada wartawan, Sabtu (28/1).
Saat ditangkap, kondisi suaminya dalam keadaan sehat karena tak melawan dan juga disaksikan banyak orang.
"Jumlahnya puluhan orang mendobrak pintu rumah, masuk dan menyebar ke dalam rumah, katanya mau mencari senjata api tapi tidak ada. Ada pisau dapur dan parang yang diambil. Polisi mengaku dari Lampung. Katanya suami saya maling kambing di Kotabumi di Lampung Utara," ungkapnya.
Suaminya sehat saat ditangkap, Iriani pun kaget dan histeris saat tahu suaminya diantar ambulans dengan kondisi jasad yang tak wajar karena penuh luka lebam, tanpa surat kematian dan tanpa dikawal polisi.
"Sebelumnya kami sudah berencana berangkat ke Lampung untuk memastikan kabar itu. Tapi semalam jenazah suami saya diantarkan pakai ambulans tanpa ada surat keterangan penyebab kematian dan pengawalan polisi. Padahal waktu ditangkap suami saya dalam keadaan baik-baik saja dan juga disaksikan banyak orang," jelasnya. (*)
