![]() |
| Pecahan kaca di Kantor MUI Lampung yang dirusak OTK. (Foto: Istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung menangkap 14 orang yang diduga terlibat perusakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung.
Namun dari 14 orang yang diamankan tersebut, polisi belum menetapkan tersangka.
"Saat ini masih dilakukan rekonstruksi untuk menentukan siapa-siapa yang bakal jadi tersangka. Mohon bersabar nanti kami sampaikan perkembangannya," ujar Direskrimum Polda Lampung, Kombes Reynold Hutagalung, Jumat (6/1/2023).
Perusakan kantor MUI Lampung yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi pada akhir Desember 2022 dilansir detikcom.
Polda Lampung menerima adanya laporan kantor MUI Provinsi Lampung diserang orang tidak dikenal (OTK). Pintu utama kantor dan juga jendela dirusak hingga banyak kaca berserakan.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pandra Arsyad mengatakan penyerangan baru diketahui pada Jumat (30/12/2022) sekitar pukul 08.30 WIB.
"Petugas kebersihan bernama Sri Mulya mengetahui dan melihat pintu utama dan jendela kantor MUI Lampung dirusak dengan posisi pintu utama kantor yang dilapisi kaca sudah pecah dan jendela samping kanan kantor juga pecah, selanjutnya petugas kebersihan memberitahu Wakil Direktur 1 LPPOM MUI Lampung, Saudara Sugeng," ujarnya, Sabtu (31/12).
Polisi dari Polsek Kedaton menduga pelaku perusakan Kantor MUI Lampung adalah sekelompok pemuda yang iseng.
Hal tersebut dikatakan Kapolsek Kedaton, Kompol Atang Samsuri.
"Dari penyelidikan kami, kuat dugaan bahwa pelaku perusakan adalah sekelompok pemuda yang iseng, yang kerap berkumpul di wilayah tersebut," ujarnya. (*)
