Notification

×

Ayah dan Anak di Lampung Nekat Kejar Pelaku Curanmor, Korban Dibacok dan Ditujah

17 February 2023 | 6:42 PM WIB Last Updated 2023-02-21T02:09:09Z
Kapolsek Sidomulyo, Iptu Ilham Efendi (Foto: Istimewa)

LAMPUNG SELATAN - Nekat mengejar dua pelaku curanmor yang mencuri motornya, pria di Lampung dibacok dan ditujah.


Para pelaku berhasil kabur dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/2/2023) malam sekitar pukul 19.00 WIB.


Korban, Karjiman alias Klowor (50), warga Dusun Sumber Rejo, Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.


Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka bacokan dan tusukan di tubuh dan perutnya.


Periariwa itu terjadi di Dusun Titinangi, Desa Campang Tiga, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, jalan keluar kampung setempat menuju Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).


Korban yang berusaha mempertahankan motornya, sempat berduel dengan pelaku yang membawa senjata tajam.


Karjiman yang mengalami beberapa luka bacokan dilarikan warga ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda dan nyawa korban berhasil diselamatkan.


Saat kejadian, korban bersama anak laki-lakinya berusia 12 tahun yang selamat karena warga setempat ditolong warga.


Sepeda motor Honda Beat warna biru putih milik korban, gagal dibawa kabur pelaku.


Dua pelaku begal mengendarai motor Honda Vario warna putih dan berhasil kabur mengendarai motor yang digunakan saat beraksi menuju ke Jalinsum.


Satu pelaku lainnya lari menuju areal perkebunan di Desa Talang Baru, yang sempat dikejar warga dua desa yakni Desa Campang Tiga dan Talang Baru.


Petugas Polsek Sidomulyo dan Polres Lampung Selatan bersama warga mengepung satu pelaku yang kabur ke areal perkebunan itu, namun pelaku tidak juga ditemukan.


Sementara barang bukti milik pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian seperti satu helm warna kuning dan satu jaket diamankan polisi.


Anak laki-laki korban, M. Abrori Sodik (12) yang juga sebagai saksi kejadian saat ayahnya menjadi korban pembacokan pelaku begal di kediamannya menceritakan.


Sebelum peristiwa itu, dia bersama bapak dan ibunya hendak Shalat Maghrib berjamaah di rumahnya.


Saat ayahnya hendak berwudhu di belakang rumah, mendengar seperti suara motor Honda Beat yang diparkir di teras samping rumah dibawa keluar dari pekarangan rumah.


"Bapak minta saya untuk melihatnya "dengar enggak seperti suara motor jalan keluar, coba dilihat," kata pelajar kelas 6 SD, Kamis (16/2).


Dia keluar rumah untuk melihatnya. Begitu membuka pintu, ternyata benar saja motor Honda Beat yang diparkir di teras samping rumah sudah tidak ada lagi.


Lalu dia melihat ke jalan depan rumahnya dan sepeda motor itu dibawa pelaku menuju Jalan Lintas Sumatera.


"Saya langsung bilang sama bapak, motornya diambil orang. Bapak langsung mengeluarkan motor Honda Revo, dan mengajak saya mengejar pelaku," ujar Sodik, dilansir CNNIndonesia.


Di perjalanan dia melihat motornya dikendarai pelaku masih di jalan kampung setelah jembatan Dusun Titinangi, Desa Campang Tiga.


"Pelaku yang mengendarai motor bapak berada di depan pelaku lainnya yang mengendarai motor Honda Vario putih," kata Sodik


Korban lalu menabrakkan motor yang dikendarainya ke pelaku yang mengendarai motor curian, sambil melepaskan dan melompat dari motor bersama Sodik.


"Kedua pelaku terjatuh dari motor," ungkap Sodik.


Pelaku yang bawa motor curian itu langsung kabur menggunakan motor Honda Vario ke jalinsum.


Pelaku lainnya menyerang Karjiman dengan senjata tajam seperti pisau panjang, saat korban hendak mengangkat motornya yang dicuri karena terjatuh.


"Dia (pelaku) membacok bapak, saya lempar pakai batu. Pelaku terus bacok bapak, saya ambil batu besar dan pukulkan ke punggungnya. Dia mau bacok saya, tapi saya menghindar," terang Sodik.


Dia lalu berteriak sehingga warga berdatangan. Pelaku lalu lari melalui belakang rumah warga setempat. Saat itu juga, sebagian warga membawa Karjiman ke Rumah Sakit, dan lainnya mengejar pelaku.


"Pelaku yang bacok bapak itu wajahnya tidak kelihatan karena pakai helm, dan helm yang dipakai pelaku katanya sudah ditemukan warga," kata Sodik.


Tetangga korban, Suroko yang mendampingi korban dan istri korban di Rumah Sakit (RS) Bob Bazar Kalianda mengatakan, korban mengalami luka bacokan di tangan kiri dan dua luka tusukan di perut.


Sekitar satu jam setelah diberikan perawatan medis di RS Bob Bazar Kalianda, korban dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Bandar Lampung.


"Karena luka bacokan yang dialami korban cukup dalam, tadi malam korban dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Alhamdulilah tadi pagi, kondisi korban membaik dan sudah sadar dari kritisnya," kata dia.


Warga lainnya, Marwan mengatakan, pelaku pembegalan itu kabur menuju ke areal perkebunan di Umbul Cepit, Desa Talang Baru.


"Mulai dari semalam hingga pagi tadi sekitar pukul 04.00 WIB, ratusan warga mencari pelaku," ujarnya.


Pada saat melakukan pencarian, warga sempat melihat ada laki-laki berambut gondrong, berkaus merah dan celana pendek dengan gelagat mencurigakan sedang berjalan keluar dari perkebunan.


Ketika akan didekati, orang itu langsung kabur dan masuk lagi menuju ke areal perkebunan itu.


"Warga langsung mengejar dan mengepung sekitar areal perkebunan. Namun, meski sudah dicari tapi pelaku tidak juga ditemukan," kata dia.


Kepala Desa Campang Tiga, Masri Efendi membenarkan warganya di RT 01 Dusun Sumber Rejo menjadi korban curanmor.


"Alhamdulillah, nyawa korban berhasil diselamatkan," kata Masri.


Kapolsek Sidomulyo, Iptu Ilham Efendi mengatakan, pihaknya bersama petugas Polres Lampung Selatan sudah mendatangi lokasi TKP dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta mencari pelaku yang kabur ke areal perkebunan.


"Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran para pelaku," kata dia. (*)