Notification

×

Diperiksa Propam, Ini Kronologi Dua Polisi Lampung Tembak Mati Terduga Pencuri Sawit

01 February 2023 | 10:26 PM WIB Last Updated 2023-02-11T08:44:51Z
Lubang bekas peluru di kaca mobil tepat di depan kemudi (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Tembak mati terduga pencuri sawit, dua personel Polda Lampung diperiksa secara intensif oleh Bidang Propam.


Keduanya, Brigadir Dua (Bripda) SD dan Bripda DB, menembak mati warga di area perkebunan kelapa sawit PT Adi Karya Gemilang (AKG) Bahuga, Way Kanan, Lampung. 


Kepala Bidang Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra Arsyad membenarkan pemeriksaan terhadap kedua personel tersebut masih berjalan. 


"Kapolda Lampung sudah memerintahkan untuk penyelidikan internal pasca kejadian di Way Kanan, termasuk memeriksa kedua personel tersebut," kata Pandara di Mapolda Lampung, Rabu (1/2/2023). 


Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua personel itu memang ditugaskan di PT AKG Bahuga berdasarkan surat perintah dinas. 


"Tindakan kedua personel, dari pemeriksaan awal keduanya telah menggunakan upaya tindakan kepolisian," kata Pandra, dilansir Kompas.com


Namun pemeriksaan secara menyeluruh perlu dilakukan sebagai proses pertanggungjawaban atas tindakan mereka yang telah menimbulkan korban jiwa. 


"Selain itu juga untuk mendapatkan keterangan apa yang sebenarnya terjadi di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Pandra. 


Kronologi versi Polisi


Sementara kronologi yang didapatkan kepolisian di lapangan, peristiwa penembakan itu terjadi karena korban diduga mencuri buah sawit dari kebun PT Adi Karya Gemilang (AKG) Bahuga. 


"Anggota pengamanan dari Polda Lampung yang bertugas di perusahaan itu melakukan patroli di kebun sawit Blok 11," kata Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna. 


Ketika itu, kedua anggota polisi tersebut melihat korban yang diduga sedang melakukan pencurian sawit. 


Mereka berusaha menghentikan pelaku dengan cara melepaskan tembakan ke arah atas.


Namun, korban justru melarikan diri lalu kemudian nekat berusaha menabrakkan mobil pick up yang dikendarainya ke arah personel yang mengadang. 


Untuk menghentikan tindakan itu, polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah mobil yang kemudian mengenai korban hingga tewas. (*)