![]() |
| Erwin Kurniawan (30), pedagang martabak yang dianiaya PNS di Bandar Lampung (Foto: Istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pesawaran, Lampung menganiaya pedagang dilaporkan ke polisi.
Kini Muhammad Iqbal, PNS yang menghajar Erwin Kurniawan (30), pedagang martabak di Jalan Gajah Mada, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, ingin berdamai.
Fungsional apoteker di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran itu lalu mengungkap kronologi kejadian versi dirinya.
"Situasi sore pada saat itu Senin (30/1/2023) dan saya juga sudah lelah setelah antar staf saya yang mengalami kecelakaan lalu lintas," ujar Iqbal, Sabtu (4/2/2023).
Dia mengaku harus bolak-balik mengantar staf pasca kecelakaan di Jalan Ahmad Yani, pertigaan sebelum jembatan Desa Suka Banjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
"Saat itu staf saya kecelakaan pada pagi hari, laka lantas dan langsung saya datangi," kata Iqbal, dilansir Tribunlampung.
Pada saat kejadian itu ternyata rekan kerjanya yang mengalami laka lantas tersebut sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Gladis Medical Center (RS GMC).
"Kemudian saya mengantar staf saya untuk dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Graha Husada, karena patah tulang jari manis dan kelingking tangan kanannya," kata Iqbal.
"Staf saya itu dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung karena ada bagian ortopedinya dan sampai sekitar pukul 10.00 WIB," tambahnya.
Ketika sampai di RS Graha Husada, sudah ada orangtua stafnya tersebut.
"Saya langsung kembali lagi ke kantor di Kabupaten Pesawaran. Orangtua staf saya minta saya meninggalkan RS Graha Husada," kata Iqbal.
Dia mengaku telah diperiksa terkait kecelakaan stafnya dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh polisi. Setelah itu dia ke kantor dan bekerja seperti biasa.
"Sampai kantor saya pun bekerja seperti biasa, tetapi badan saya meriang dan itu saya rasakan sejak pagi, teman kantor saya juga tahu," kata Iqbal.
Staf yang kecelakaan itu minta surat kronologi untuk diklaim asuransi, karena sorenya langsung dioperasi.
"Tapi staf saya bilang pulang saja, nanti di (kirim via) ojek online saja untuk surat kronologi tersebut," kata Iqbal.
Pada saat menelepon, rupanya stafnya tersebut sudah di ruang operasi dan diantar orangtunya.
"Saya bilang ke staf saya, saya antar saja bu surat kronologinya tersebut dan saya antar ke RS Graha Husada sekitar pukul 17.00 WIB," kata Iqbal.
"Pada saat itu saya masuk perkiraan RS Graha Husada penuh dan langsung saya keluar, kasih slip ke petugas parkir tapi tidak bayar hanya dikasih slipnya saja," tambahnya.
"Saya telepon staf saya, bilang kalau saya tidak dapat parkir. Terus staf saya bilang 'bapak saya saja nanti yang turun' untuk menemui saya di bawah," sambung Iqbal lagi.
Ia mengatakan, kemungkinan bapak stafnya itu sedang siap-siap atau mungkin habis dari shalat Ashar.
"Pada saat itu posisi saya sudah parkir di depan penjual martabak tersebut, saya belum keluar mobil dan mau buka pintu mobil, tiba-tiba tukang parkir bilang 'pak-pak jangan di sini parkirnya,'" kata Iqbal.
Iqbal mengatakan, hanya sebentar saja untuk menunggu orang dari dalam RS Graha Husada.
"Saya itu cuma mau kasih surat kronologisnya ini dan setelah itu berniat untuk pulang ke rumah. Omongan saya banyak dan pedagang martabak itu protes terus," kata Iqbal.
Lalu ada petugas parkir juga bilang bisa di tempat lain saja parkirnya. Di sana juga jalan umum.
"Saya sebentar saja, hanya kasih surat kronologinya ini," kata Iqbal.
Dia menunggu di jembatan dekat pedagang martabak, tapi pedagang tersebut bicara terus.
"Saya akui kepancing omongan, dia ngomong saya ngomong dan saya ngomong dia ngomong juga," kata Iqbal.
Kemudian bapak stafnya datang menemui lalu dia menyerahkan surat kronologinya itu. Dia lalu kembali lagi dan bertemu dengan pedagang itu.
"Jadi saya itu parkir tidak langsung marah-marah, tapi kami perang omongan dulu," kata Iqbal.
Menurutnya, pedagang itu tidak bisa diam dan dirinya terpancing emosi hingga terjadi pemukulan.
"Saya tahu aturan sebagai PNS, saya parkir sebentar saja dan ini jalan umum dan tidak menutupi banget," kata Iqbal.
Pedagang itu mengatakan, bagaimana kalau ada orang banyak dan kalau urusan rumah sakit tidak sebentar, pasti lama.
"Saya tidak kemana-mana, saya parkir juga menunggu orang, akhirnya terpancing emosi hingga terjadilah keributan tersebut," kata Iqbal.
Dia mengatakan tidak mungkin arogan memukul orang kalau tidak ada sebabnya. Dia sedang menunggu orang dengan membawa map surat kronologisnya.
"Pada saat itu posisi saya juga capek, dari kantor panas dingin, saya sakit kepala minum obat Paracetamol. Saya mengaku salah marah-marah tapi apa boleh buat, itu kronologisnya," kata Iqbal.
Dia mengatakan ke depan pasti akan ada permintaan maaf.
"Saya sudah mau dimediasi, tapi ternyata dia (pedagang) membuat laporan di Polsek Tanjung Karang Timur, dan siapa yang tidak mau damai," kata Iqbal.
Dia mengaku telah berusaha untuk berdamai dengan mendatangi korban Jumat kemarin pukul 16.00 WIB.
Tapi korban datang ke Mapolsek Tanjung Karang Timur setelah Maghrib untuk dimediasi.
"Kalau orang marah kan lupa dan kejadian itu spontanitas saja, jadi itu faktanya dan kalau dari hukum saya salah," kata Iqbal.
Ia mengatakan, batang besi itu merupakan kunci stir dan dipukulkan pojok tiang baja ringan. Lalu, skraf yang dipegang pedagang itu sengaja diambil karena tajam dan dibuangnya. (*)
%20pedagang%20martabak%20yang%20dipukul%20PNS%20lantaran%20hanya%20meminta%20parkir%20mobil%20digeseR.jpg)