BANDAR LAMPUNG - Petugas dari Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Bandar Lampung melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah tempat di Bandar Lampung. Dalam razia yang digelar Kamis (13/3/2015) malam, terdapat delapan wanita yang terjaring dalam razia tersebut. Satu di antaranya lulusan sarjana.
Kepala Pol PP Bandar Lampung Cik Raden mengatakan, dalam razia yang digelar malam Jumat mulai pukul 21.30 hingga 23.30 itu terjaring delapan orang di tiga titik.
"Tiga tempat tersebut di Pasar Tengah, Saburai dan Pasar Mangga Dua, Telukbetung," kata Cik Raden, Jumat (13/3/2015). Dijelaskan, mereka yang tertangkap dalam razia ini tidak ada sanksi, tetapi diserahkan langsung kepada aparat setempat seperti kelurahan dan keluarganya.
"Jika tertangkap lagi dalam razia maka akan diberikan sanksi seperti kurungan atau penjara," tegasnya.
Razia pekerja seks komersial (PSK) yg digelar Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung juga mendapati beberapa perempuan yang masih berusia di bawah umur. PSK anak tersebut terjaring di Pasar Tengah.
"Saya melakukan pekerjaan ini belum sampai satu tahun, dan tarif biasanya Rp 400 ribu per orang," kata perempuan tersebut. Ia mengaku tidak setiap malam menjajakan diri di Pasar Tengah. Dalam satu malam, PSK di bawah umur ini mengaku bisa mendapatkan uang rata-rata Rp 1 juta.
"Kalau satu malam biasanya ada dua klien yang datang pada saya," ungkapnya.
Sementara, salah satu perempuan yang terjaring razia pekerja seks komersial (PSK) adalah wanita sarjana jurusan Sastra Inggris di salah satu universitas swasta di Lampung. Perempuan berusia 23 tahun ini mengaku bukan PSK. Saat Pol PP datang melakukan razia, dia mengaku hanya sedang nongkrong saja, dan tidak menjajakan diri.
"Saya bukan PSK. Saya terjaring dalam razia ini waktu sedang nongkrong di tempat itu," kilahnya saat ditanya wartawan. Ketika ditanya maksudnya nongkrong malam-malam di daerah yang kerap jadi tongkrongan PSK dan waria pada malam hari, warga Bataran Nila, Rajabasa, Bandar Lampung, ini mengaku ingin mencari cowok (pacar).
"Saya bukan PSK, saya cuma cari cowok," ungkap dia, seperti dilansir Tribunlampung.
Kepala Bidang Penegak Perda Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bandar Lampung, Meidi Karsiami memberikan pembinaan kepada para PSK yang terjaring razia di depan kantor Pol PP.
Pembinaan dan arahan diberikan pada PSK sebelum dikembalikan kepada keluarga melalui aparat kelurahan setempat. Dalam arahannya ia menasehati untuk melakukan pekerjaan yang tidak baik tersebut.
"Pilihlah pekerjaan yang lebih baik. Menjadi tukang cuci baju lebih baik daripada PSK. Karena tukang cuci lebih tinggi martabatnya ketimbang PSK," kata Ami sapaan akrabnya. Selain itu terdapat pula siraman rohani dari ustadz, agar mereka tidak mengulangi pekerjaannya. (*)
