Notification

×

Ditunjang Peningkatan Penjualan Ritel, Pendapatan Trikomsel 2014 Tetap Tumbuh

24 April 2015 | 6:35 PM WIB Last Updated 2015-04-24T11:35:44Z

LAMPUNG ONLINE - Hari ini, Jumat (24/4/2015), PT Trikomsel Oke Tbk. (Trikomsel) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bertempat di Hotel JW Marriot Kuningan Jakarta. RUPST ini dihadiri oleh Pemegang Saham, Kuasa Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi serta para tamu undangan.

Pemegang Saham Trikomsel dalam agenda pertamanya telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 termasuk Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Trikomsel yang menjabat selama tahun 2014.

Dalam laporan tahunan 2014 yang disampaikan kepada para Pemegang Saham, Trikomsel membukukan pertumbuhan pendapatan neto sebesar Rp 411,56 miliar menjadi Rp 10,78 triliun dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini ditunjang oleh meningkatnya penjualan lokal terutama pada penjualan ritel yang meningkat sebesar Rp 462,46 miliar. 

Laba usaha Trikomsel selama tahun 2014 tercatat sebesar Rp 1,08 triliun meningkat dibandingkan tahun 2013 yang tercatat sebesar Rp 1,03 triliun, sedangkan pada laba bersih (laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk) mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2013, hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya beban keuangan Trikomsel.

Juliana Samudro selaku Direktur Trikomsel mengatakan “Ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat, tingginya infasi dan terdepresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap USD selama tahun 2014, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder kami yang secara konsisten selalu memberi dukungan kepada Trikomsel sehingga Trikomsel dapat melalui tahun 2014 dengan baik”.

Di awal tahun 2015, Trikomsel telah melakukan kerjasama dengan SingPost dengan tujuan menjadi partner utama bagi merk dan merchant  bisnis ecommerce di Indonesia yang sedang tumbuh cepat. Hal ini dilakukan dengan penyediaan logistik dan omni channel ecommerce bagi perusahaan-perusahaan global terkemuka dan merk-merk terkenal di Indonesia. 

Kemitraan ini akan menggabungkan kelebihan Trikomsel dalam kepemilikan jaringan distribusi yang luas di Indonesia dan keahlian SingPost dalam operasional logistik dan ecommerce secara regional sehingga memberikan solusi layanan bisnis ecommerce yang lengkap dan kepuasan berbelanja online bagi para konsumen

Saat ini pemegang saham terbesar Trikomsel adalah Polaris Ltd. sebesar 44,88%, perusahaan regional distributor dan peritel produk telekomunikasi dan lifestyle electronic lainnya yang berbasis di Singapura dan tercatat di Singapore Exchange (SGX: 5BI) dan SoftBank Grup yang terdiri dari SoftBank Corp (TYO: 9984), anak perusahaannya dan perusahaan asosiasinya yang melayani suatu jangkauan komunikasi yang menyeluruh baik mobile maupun fixed-line serta jasa internet yang maju di seluruh dunia sebesar 19,9%.

Dalam agenda penggunaan Laba Bersih, Pemegang Saham Trikomsel menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih 2014 sebagai Cadangan Umum sebesar Rp 1 miliar dan sisanya sebesar Rp 313,41 miliar dibukukan sebagai Laba Ditahan. Keputusan ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur modal kerja Trikomsel dan untuk menopang pertumbuhan kinerja Trikomsel yang terus tumbuh.

Pada agenda RUPST lainnya, Pemegang Saham Trikomsel telah menyetujui perubahan anggaran dasar Trikomsel sebagaimana diwajibkan oleh peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik masing-masing tertangal 8 Desember 2014.

Sekilas Trikomsel

Didirikan di Jakarta pada tahun 1996, Trikomsel adalah perusahaan distributor dan peritel produk komunikasi mobile terdepan di Indonesia yang memiliki jaringan gerai ritel “OkeShop” dan “Global Teleshop” kurang lebih 900 outlet dan melayani ribuan peritel pihak ketiga yang tersebar di seluruh Indonesia.

Trikomsel tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2009 (TRIO) dengan kapitalisasi pasar per 23 April 2015 sebesar Rp 9,1 triliun. (rilis)