![]() |
| Kadis PU Kota Bandar Lampung, Ibrahim, saat dikonfirmasi wartawan. (foto: tribunlampung) |
BANDAR LAMPUNG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Ibrahim, membantah jika banyaknya jalan-jalan yang baru diaspal mudah rusak akibat adanya setoran proyek yang mencapai sekitar 20 persen.
Menurut Ibrahim, adanya sejumlah proyek jalan yang mudah rusak bisa juga karena kontur tanah yang tidak baik, maupun faktor lain. Ini bukan karena setoran proyek yang berakibat pada berkurangnya mutu kualitas jalan.
"Tidak ada yang setoran-setoran proyek, kalau ada tunjukkan kepada saya siapa orangnya. Kalau jalan cepat rusak memang bisa karena kualitas pengerjaannya, bisa juga karena kontur tanahnya yang tidak keras," ujar Ibrahim seusai melakukan rapat kerja dengan komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (6/4/2015).
Sementara, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Muchlas E Bastari menyayangkan tidak lengkapnya data Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, terkait pelaksanaan pemeliharaan jalan-jalan di Kota Bandar Lampung.
Menurut Muchlas, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung punya data jalan mana saja yang sudah ditambal atau diperbaiki menggunakan anggaran pemeliharaan jalan, yang dianggarkan pada APBD tahun 2015 sebesar Rp 15 miliar.
"Harusnya Dinas PU punya data akurat, jalan mana saja yang sudah ditambal menggunakan anggaran rutin ini. Karena kita juga harus tahu. Apalagi penggunaan anggaran rutin ini sangat riskan," ujar Muchlas E Bastari seusai hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung dan Direktur Satria Sukarsa Wawai, Selamet, Senin, seperti dilansir Tribunlampung.
Agusman Arief anggota Komisi III Bandar Lampung meminta pelaksana proyek pengerjaan pemeliharaan jalan di Kota Bandar Lampung memperhatikan kualitas jalan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yang sudah dilakukan. Sehingga, sambung dia, tidak terjadi distorsi yang mempengaruhi kualitas aspal.
Apalagi infrastruktur menyangkut hajat hidup orang banyakdan danannya mencapai Rp 15 miliar. Untuk itu pengerjannya harus dilakukan dengan kualitas yang baik.
"Artinya dari 10 pekerjaan yang rusak dua, itu wajar, tapi kalau dari 10 yang tidak bener itu tujuh, ini tidak benar," jelas Agusman di hadapan Kadis PU Ibrahim, Sekretaris PU Putu Nurjaman, Kabid Bina Marga Azwar, dan kabid Perenanaan Bambang, serta direktur PT Satria Sukarso Wawai, Selamet. (*)
