LAMPUNG - Selama Maret 2015, ekspor kopi robusta asal Provinsi Lampung mencapai 14.056 ton dengan nilai USD28,4 juta atau naik bila dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor kopi asal Lampung masih terus berjalan, kendati panen belum berlangsung. Stok di gudang juga masih ada untuk memenuhi kontrak eksportir terhadap pembeli di luar negeri.
"Jumlah itu naik tipis jika dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari volume ekspor kopi Lampung sebanyak 13.989 ton senilai USD28,2 juta," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Feriyana didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Ratna Dewi, Senin (6/4/2015).
Menurut dia, eksportir masih memiliki stok biji kopi untuk memenuhi kontrak. Jika kehabisan stok eksportir juga membeli ke pengekspor lainnya guna memenuhi perjanjian kontrak.
Berdasarkan data yang dihimpun Koperindag Lampung menunjukkan, ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah itu menuju beberapa negara, terutama di kawasan Eropa dan Asia. Selain mengekspor biji kopi robusta, Provinsi Lampung juga ekspor biji kopi arabika meski tidak sebanyak robusta, seperti dilansir Okezone.
Berdasarkan data yang dihimpun Koperindag Lampung menunjukkan, ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah itu menuju beberapa negara, terutama di kawasan Eropa dan Asia. Selain mengekspor biji kopi robusta, Provinsi Lampung juga ekspor biji kopi arabika meski tidak sebanyak robusta, seperti dilansir Okezone.
Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor kopi Lampung antara lain Aljazair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia.
Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan produksi rata-rata 100.000--131.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 173.670 hektare. Produktivitas kopi Lampung 883 kg/ha dengan sentra produksi di Kabupaten Lampung Barat (65.010 ha). Tanggamus (43.897 ha) serta 22.594 ha tersebar di Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara, Pringsewu dan Pesawaran. (*)
