Notification

×

Terlibat Kasus Suap, Perdana Menteri Korea Selatan Mundur

21 April 2015 | 8:16 PM WIB Last Updated 2015-04-21T13:16:43Z
Lee Wan-koo

LAMPUNG ONLINE - Perdana Menteri Korea Selatan Lee Wan-koo telah mengajukan pengunduran diri setelah diterpa tuduhan menerima suap. Presiden Korea Selatan Park Geun-hye belum mengeluarkan pernyataan menerima atau menolak pengunduran diri tersebut. 

Meski demikian, Park sudah menyampaikan simpatinya terhadap isu kasus yang menimpa Lee. Berdasarkan laporan kantor berita Yonhap, Park menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus tersebut, Selasa (21/4/2015).

Lee membantah telah menerima sekitar 30 juta won atau sekitar US$ 27.700 dalam dana ilegal kampanye pada 2013. Berdasarkan hukum setempat, seorang politikus tak boleh menerima bantuan dana lebih dari 100 ribu won. Bantahan Lee tak mengurangi desakan agar dirinya menanggalkan jabatan.

Kasus ini mencuat saat pengusaha Sung Wan-jong ditemukan tewas bunuh diri. Sung sendiri sempat dicurigasi kepolisian atas tuduhan penggelapan uang perusahaan untuk menyuap politikus.

Penyidik menemukan catatan di saku Sung berisi daftar politikus yang menerima suap, termasuk Lee. Dalam catatan tersebut juga terdapat nominal suap yang diberikan. Partai oposisi merespon informasi tersebut dengan mengeluarkan impeachment terhadap Lee.

Park sendiri dalam pernyataan tertulis menyatakan, "Saya merasa simpati untuk penderitaan perdana menteri," kata dia, seperti dilansir Tempo.

Park saat ini tengah berada di Peru dalam kunjungan kenegaraan selama empat hari. Yonhap melaporkan Park akan memutuskan menerima atau menolak pengunduran diri Lee pada pekan depan.

Lee sendiri baru bertugas dua bulan setelah menggantikan posisi Chung Hong-won yang mundur setelah bencana tenggelamnya kapal feri Sewol yang menewaskan 300 orang pada April 2014. Park masih meminta Chung bertugas hingga akhirnya menetapkan Lee sebagai pengganti. (*)