Notification

×

BJ Habibie: Indonesia Kekurangan Sosok Pemimpin

24 May 2015 | 7:31 PM WIB Last Updated 2015-05-24T12:37:15Z
Presiden Joko Widodo (kiri) saat menerima Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/1/2015). (foto: tempo.co)

LAMPUNG ONLINE - Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf (BJ) Habibie mengaku optimistis terhadap kemampuan daya saing bangsa, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Tidak ada alasan untuk pesimis, karena sumber daya manusia (SDM) Indonesia mempunyai bibit yang bagus," kata Habibie usai menggelar pertemuan dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di kediamannya, Jakarta, Minggu (24/5/2015).

Usai diskusi tersebut, Habibie menjelaskan bahwa Indonesia masih dalam tahap berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga masa-masa susah harus dilewati.

"Bangsa ini memiliki orang-orang terbaik, dulu saya saja dengan segala kemampuan bisa membuat pesawat, sekarang dengan generasi penerus yang cukup gizi pasti bisa melampaui," tuturnya.

Habibie berpendapat bahwa SDM Indonesia sudah baik, namun terkendala dalam masalah kepemimpinan. Ia menganggap Indonesia kekurangan sosok pemimpin.

"Kreatif dan produktif akan lebih baik jika didukung lapangan pekerjaan, agar bisa maksimal menyalurkan kemampuannya," katanya. Untuk mengeluarkan kemampuan terbaik seorang individu dibutuhkan visi misi pemimpin yang tepercaya, seperti dilansir Aktual.

Ia berharap, agar generasi muda bisa mendedikasikan ilmu dan kemampuannya untuk kemajuan bangsa Indonesia, sehingga dapat menularkan ilmunya kepada seluruh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Habibie juga berharap melalui AIPI bisa melahirkan 1.000 akademisi yang bisa mendukung proses kemajuan bangsa.

Saat ini AIPI hanya memiliki sekitar 80 anggota dari akademisi, dan memiliki target selalu bertambah anggota setiap bulannya.

"Saya berharap hingga bulan Oktober mendatang bisa mencapai 1.000 anggota yang kompeten dari Sabang hingga Merauke untuk menularkan ilmunya kepada nusa dan bangsa," katanya. (*)