![]() |
| Ridho Ficardo |
LAMPUNG - Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Lampung yang mengalami kerusakan sangat parah diakui Gubernur Lampung M Ridho Ficardo. Belum adanya perbaikan jalan rusak tersebut hingga Kamis (28/5/2015) ini, menurut Ridho, karena banyak hal yang melatarbelakanginya sehingga proses perbaikannya menjadi molor.
"Ada kendala di kementerian sehingga berdampak pada upaya perbaikan dan pembangunan jalan-jalan nasional di seluruh Indonesia," kata Gubernur M Ridho Ficardo, seusai acara Musyawarah Nasional Khusus Gapensi di Bandar Lampung, Kamis.
Ia menyebutkan, jalan-jalan nasional dan provinsi saat ini dalam kondisi darurat, karena banyak kendala dalam proses tendernya. Salah satu kendala, menurut Ridho, yakni terjadi perubahan nomenklatur dan adanya reorganisasi beberapa pejabat struktural di pemerintah pusat.
"Perubahan ini berpengaruh dengan rencana dan program pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, dalam rangka upaya segera memperbaiki dan membangun jalan-jalan provinsi dan nasional," jelas gubernur Lampung.
Untuk itu, ia berharap Kementrian PU-Pera segera memperbaiki proses yang ada, sehingga keterlambatan perbaikan jalan-jalan nasional dapat segera diatasi. Pasalnya, kata Ridho, bila terjadi kerusakan jalan atau jembatan di jalan nasional, maka arus kendaraan akan beralih ke jalan provinsi dan kabupaten/kota, sehingga daya taha jalan tersebut tidak kuat menahan beban kendaraan melebihi kapasitas beban jalan yang ada.
"Kalau ada pengalihan kendaraan, maka jalan-jalan provinsi dan kabupaten/kota akan cepat rusak dan hancur juga," ujar Ridho yang pada 2 Juni 2015 mendatang tepat setahun memimpin Lampung, seperti dilansir Republika.
Tiga jalan lintas yang ada di Lampung yakni jalan lintas tengah, jalan lintas timur, dan jalan lintas barat, saat ini kondisinya rusak parah. Lubang-lubang jalan menganga di badan jalan mengancam keselamatan pengendaraan kendaraan roda dua dan empat atau lebih. Kondisi ini, diperparah lagi banyaknya jembatan yang harus diperbaiki yang menghubungkan jalan lintas Sumatera tersebut. (*)
