![]() |
| Wina Lia |
LAMPUNG ONLINE - Psikolog tidak menganjurkan cara-cara instan untuk mendapat jodoh, seperti menggabungkannya sepaket dengan jual rumah. Wina Lia (40), perempuan asal Sleman Yogyakarta mengaku punya pengalaman buruk dengan cara instan tersebut.
"Pastinya terganggu. Karena banyak yang menghujat, menghina bahkan merendahkan saya," kata Wina saat dihubungi, Jumat (29/5/2015).
Nama Wina pada Maret 2015 jadi perbincangan hangat karena diiklankan menjual rumah, sekaligus menawarkan diri untuk diperistri oleh pembeli yang dinilainya cocok. Bukan cuma di Indonesia, iklan nyeleneh itu bahkan mendunia lewat sejumlah media massa internasional. Seorang pria asal Lampung yang mengaku duda, Redi Eko Saputra (46) sempat diakui Wina sebagai calon suaminya. Namun ternyata belakangan pria tersebut telah beristri, sehingga Wina kecewa.
Memang ada yang mendukung upaya janda beranak dua tersebut untuk mendapat jodoh, termasuk lewat iklan tersebut. Namun yang dirasakan oleh Wina, banyak pula komentar negatif yang ditujukan kepadanya. Bahkan, terang-terangan ia mengaku kecewa dengan iklan tersebut.
"Banyak banget yang hubungin saya, mengganggu memang. Cuma saya kan niatnya memang jual rumah, jadi saya tanggepin aja tapi kalo udah mulai aneh-aneh, saya lebih baik hindari," keluh Wina, seperti dilansir Detik.
Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, psikolog yang juga pengasuh konsultasi perkawinan di detikHealth mengatakan ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang frustrasi karena tidak kunjung dapat jodoh. Bisa karena memang butuh jodoh, tapi bisa pula karena tekanan dari lingkungan.
"Ketakutan dari persepsi diri dan tekanan lingkungan sangat berpengaruh dalam hal ini," kata Diana seperti diberitakan sebelumnya. (*)
