Notification

×

Menteri Agama Minta Maaf soal Al Quran Langgam Jawa

29 May 2015 | 8:47 AM WIB Last Updated 2015-05-29T01:47:44Z
Lukman Hakim Saifuddin

LAMPUNG ONLINE - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta maaf kepada sejumlah pihak, yang merasa tidak nyaman dengan pelantunan bacaan Al Quran berlanggam Jawa.

"Tentu saya minta maaf. Apa yang terjadi saat peringatan Isra' Mi'raj di Istana memang bisa menyibukkan beberapa pihak, terusik dan lainnya. Saya meminta maaf atas kejadian itu," kata Lukman saat berdialog dengan perwakilan sejumlah ormas Islam, seperti Front Pembela Islam dan Majelis Mujahiddin Indonesia di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Kendati demikian, Lukman menegaskan pihaknya tidak pernah bermaksud untuk melecehkan Islam dengan langgam Jawa dalam bacaan Al Quran.

Gaya qiro'ah itu disebutnya merupakan upaya untuk memberi warna baru dalam dakwah Islam bernuansa nusantara, tanpa berniat merusak ajaran agama Islam.

Menag menambahkan, ide langgam Jawa itu murni dari dirinya dan ia menampik tuduhan publik tentang langgam Jawa Al Quran yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo.

Langgam Jawa itu juga tidak bermuatan politik dan tidak ada upaya mencemari ajaran Islam dengan Jawanisasi, seperti dilansir Inilah.

Menag menyatakan menghargai kedatangan sejumlah ormas ke Kantor Kemenag yang menyoal langgam Jawa Al Quran.

Dalam pertemuan dua pihak itu, perwakilan ormas Islam juga meminta agar Menag segera bertaubat. Menanggapi hal tersebut, Lukman mengatakan dirinya kerap beristighfar dan itu merupakan koreksi diri dan bagian dari taubat. (*)