Notification

×

Olimpiade Sains Nasional 2015, Lampung Raih 8 Medali

24 May 2015 | 8:05 AM WIB Last Updated 2015-05-24T01:15:55Z

LAMPUNG ONLINE - Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 yang digelar di Yogyakarta sejak 18 Mei lalu resmi ditutup Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Sabtu (23/5/2015). Penutupan digelar di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dihadiri ribuan peserta OSN.

OSN 2015 di Yogya diikuti sebanyak 2.562 pelajar dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Peserta OSN berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SLB, SD, SMP, SMA dan SMK. Khusus untuk jenjang SMP, penyelenggaraan dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Para pelajar dari Provinsi Lampung berhasil meraih delapan medali dalam ajang ini. Informasi dari siswa dan guru pendamping asal Lampung, Minggu (24/5/2015), medali yang diperoleh pelajar Lampung sebanyak delapan keping, dan di antaranya pelajar utusan dari Kota Bandar Lampung mendapatkan lima medali.

Lima medali yang diraih pelajar asal Kota Bandar Lampung itu adalah pada ajang Olimpiade Kimia dua medali perunggu (siswa SMA Al Kautsar/Xaverius), Geografi satu medali perak (siswwa SMAN 9 Bandarlampung), Kebumian satu medali perak (siswa SMA Al Kautsar), dan Astronomi satu medali perunggu (SMA Al Kautsar ).

Medali lainnya yang diperoleh para pelajar Lampung yang berasal dari luar Kota Bandar Lampung adalah untuk Astronomi satu medali perunggu (siswa SMAN 1 Gadingrejo Kabupaten Pringsewu), Kimia satu medali perunggu (siswa MAN 1 Metro), dan Biologi satu medali perunggu (siswa SMAN 1 Metro).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, OSN menjadi sarana untuk mencari tunas-tunas bangsa yang berprestasi di bidang sains. OSN menjadi ajang identifikasi anak-anak yang berpotensi di bidang sains. 

Nantinya akan menjadi garda depan dalam kompetisi lintas bangsa. Bagi pihak sekolah, OSN manjadi ajang pembelajaran untuk tangguh dan teguh bukan sekedar menang dan kalah.

"Yang dapat perak, dapat perunggu jangan menyerah. OSN ini bukan final, jangan behenti di level nasional, harus terus maju di level internasional, kibarkan merah putih ke penjuru dunia lewat sains dan teknologi," kata Anies, seperti dilansir Detik.

Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Achmad Jazidie mengatakan juara-juara OSN yang meraih medali emas dan perak akan dipersiapkan untuk mengikuti olimpiade sains tingkat internasional.

Setelah mengikuti tingkat internasional, yang dapat meraih medali emas akan mmperoleh beasiswa pendidikan hingga S3 di dalam maupun luar negeri. Untuk yang bisa meraih medali perak di ajang internasional akan memperoleh beasiswa pendidikan hingga S2. Sementara yang meraih medali perunggu mendapatkan beasiswa S1 di dalam negeri.

Olimpiade Sains Nasional (OSN) berikutnya ke-16 mendatang akan digelar di Palembang. Dan tahun 2017 OSN akan berlangsung di Pekanbaru, Riau. (*)