Notification

×

Tren Baru, Jual Rumah Plus Cari Jodoh, Ini Kata Psikolog

31 May 2015 | 12:42 PM WIB Last Updated 2015-05-31T05:42:42Z

LAMPUNG ONLINE - Jual beli rumah yang sepaket dengan pencarian jodoh tampaknya menjadi tren baru di tahun 2015. Di mata psikolog, tidak menutup kemungkinan fenomena ini muncul karena frustrasi saking susahnya menemukan jodoh yang tepat.

"Frustasi dalam mendapatkan jodoh bisa-bisa aja. Karena ketika seorang beranjak dewasa, mereka berharap memiliki pasangan hidup," kata Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, psikolog yang juga pengasuh konsultasi perkawinan, Jumat (29/5/2015).

Dalam beberapa bulan terakhir saja, tercatat ada dua perempuan yang menjual rumahnya dengan embel-embel rela diperistri oleh pembeli. Tentu saja dengan catatan, kalau memang cocok. Keduanya adalah Winalia (40) asal Sleman, Yogyakarta, dan yang terbaru Indira Astarisa (37) dari Malang, Jawa Timur.

Kebetulan, dua perempuan ini berstatus janda di usia yang oleh kebanyakan orang dianggap sudah terlalu tua untuk melajang. Psikolog yang akrab disapa Diana ini menilai, frustrasi bisa muncul bukan saja dari diri sendiri melainkan juga karena tekanan dari lingkungan.

"Ketakutan dari persepsi diri dan tekanan lingkungan sangat berpengaruh dalam hal ini," kata Diana.

Selain lewat jual rumah yang memang terbilang nyleneh seperti yang dilakukan Wina dan Indira, ada banyak ragam upaya mencari jodoh pada masa-masa 'injury time' seperti ini. Di antaranya dengan melakukan blind date atau kencan buta, atau minta dicomblangin, seperti dilansir Detik.

Namun untuk kasus jual rumah plus cari suami, Diana tidak terlalu yakin motivasinya benar-benar untuk menemukan jodoh. Ia lebih meyakini hal itu sebagai strategi berjualan, sebab dengan cara tersebut calon pembeli cenderung akan semakin penasaran untuk melihat rumah yang akan dijual.

"Biasanya mungkin cuma iseng-iseng berhadiah saja atau cuma mau ikutan sensasi. Karena normalnya orang itu kalau menikah ya pakai hati," pungkas Diana. (*)