Notification

×

Wali Kota Lukman Hakim: Metro Aman dari Beras Plastik

27 May 2015 | 1:28 PM WIB Last Updated 2015-05-27T06:28:19Z
Lukman Hakim

METRO - Maraknya peredaran beras plastik (beras sintetis) di berbagai daerah ditanggapi serius Pemerintah Kota Metro, Lampung. Karenanya, pemkot telah menurunkan tim untuk memantau peredaran beras palsu tersebut. Dari hasil pemantauan tersebut, tim tidak menemukan peredaran beras sintesis. Meskipun begitu masyarakat tetap dihimbau untuk waspada.

“Saya sudah meminta satker terkait untuk melakukan pengecekan dan sidak ke beberapa pasar,” ujar Wali Kota Metro Lukman Hakim, usai melakukan rapat koordinasi (Rakor) bulanan di Sula Pemkot Metro, Selasa (26/5/2015).

Menurutnya, antisipasi dilakukan dengan melakukan sidak beras palsu berbahan baku pipa paralon atau polivinil ke beberapa pasar. Namun ia mengaku timnya belum menemukan peredaran beras sintesis tersebut. 

“Sejauh ini Kota Metro masih aman. Namun begitu masyarakat juga harus berhati-hati. Saya juga sudah minta Dinas Pasar untuk terus memantau pasar-pasar,” ujar Lukman.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kota Metro, Anita Ahyuni mengaku telah melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional maupun grosir penjual beras. Dari hasil pemantauan tersebut diyakini Kota Metro masih aman dari beras plastik tersebut.

“Kami sudah melakukan sidak dan hasilnya Metro bebas dari peredaran beras tersebut. Terkait maraknya mengenai beras plastik, Menperindag RI telah menginstruksikan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan inspeksi ke pasar pasar modern maupun tradisional,” jelasnya.

Anita meminta agar masyarakat semakin cermat ketika berbelanja, khususnya dalam memilih beras. Pasalnya, secara kasat mata ciri-ciri beras plastik tersebut masih bisa dibedakan dengan beras asli. Salah satu ciri beras plastik bobotnya lebih ringan dibandingkan beras yang asli.

“Beras sintetis berwarna agak kuning, tidak putih bersih. Beras sintetis yang mengandung plastik itu juga berbentuk menyerupai kotak, tidak lonjong panjang serta tidak memiliki mata beras. Bila direndam ke dalam air, kemudian ditiriskan, beras yang seharusnya tidak untuk dikonsumsi itu akan nampak kering, tanpa bekas air. Terakhir, beras sintetis yang dimasak akan bertekstur lebih lengket,” paparnya.

Selanjutnya, sebagai bentuk pengawasan pihaknya akan mengadakan sidakrutin itu untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya beras plastik ke para pedagang dan konsumen. Selain itu, sidak juga menyasar pedagang sembako menjelang bulan puasa dan lebaran yang selalu membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi, seperti dilansir Radarmetro.

“Terus kami antisipasi, ini sudah sidak yang beberapa kali. Jelang Ramadan juga pasti pasti akan digelar operasi pasar untuk menekan harga sembako supaya tidak ada kenaikan," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam membedakan antara beras sintetis atau beras palsu dengan beras asli memang susah-susah gampang. Terlebih jika beras palsu masih dalam belum masak. Namun begitu, masyarakat bisa mencoba dengan mencium aroma beras jika hendak membeli beras.

Selain itu, beras palsu akan terasa keras dan kenyal, atau terasa masih ada bagian yang mentah padahal proses memasaknya sudah disesuaikan dengan masakan beras aslinya. Jika dilihat secara kasat mata, memang antara beras plastik dan beras asli tidak terlalu terlihat jelas. \

Namun, perbedaan akan terlihat saat anda melihatnya di bawah sinar matahari. Karena, beras plastik (beras palsu) akan terlihat lebih cerah jika dilihat di bawah sinar matahari. Ciri lain dari beras sintetis tersebut, warnanya bening tanpa ada guratan layaknya beras asli. (*)