![]() |
| ilustrasi |
BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menanggapi dingin mengenai temuan beras plastik di kota berjuluk 'Tapis Berseri' ini. Menurut dia penyebar beras plastik di kota-kota di Indonesia adalah bagian politik.
"Bisa saja orang memproduksi beras itu jumlahnya sekitar 5-10 karung, terus dibagi bagikan ke provinsi-provinsi di Indonesia. Satu provinsinya kebagian 5 kilogram, nah Bandar Lampung dapat bagian itu," kata Herman HN, Rabu (27/5/2015).
"Daripada dunia ini ribut mengenai hal itu lebih baik saya diam, kan temuan itu ini kemungkinan sudah masuk urusan politik," sambungnya, seraya meminta temuan itu jangan dibuat heboh.
Sebelumnya, beras plastik yang beredar di daerah Bekasi merambah ke Bandar Lampung. Beras yang diduga beras plastik itu beredar di Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang.
Salah seorang warga setempat telah mengonsumsi beras yang diduga beras plastik tersebut. Warga tersebut pun melapor ke aparat kepolisian.
Kapolsek Kedaton Komisaris Sukandar membenarkan adanya warga yang melapor ke Bhabin Kamtibmas Kelurahan Pematang Wangi terkait masalah pangan. Namun Sukandar tidak berani memastikan apakah masalah tersebut terkait beras plastik.
Sukandar menuturkan, ada seorang warga yang mengalami gangguan pencernaan usai memakan nasi yang dibeli dari sebuah warung di dekat rumahnya. Warga tersebut membeli beras dua kali di warung dekat rumahnya, seperti dilansir Tribunlampung.
Pertama beras tersebut dibeli sebanyak dua kilogram. Kedua membeli sebanyak satu kilogram. Beras tersebut, tutur Sukandar, kemudian dinanak menjadi nasi.
"Usai makan nasi itu, warga itu mengalami gangguan pencernaan," ujar dia, Selasa (26/5/2015).
Saat ditanyakan apakah beras itu mengandung plastik, Sukandar tidak berani memastikan. Ia mengatakan, hal itu harus diuji terlebih dahulu di laboratorium. Menurutnya, masalah tersebut kini ditangani Polresta Bandar Lampung. (*)
