Notification

×

Lima Penerbad Way Tuba Lampung Jadi Korban Hercules Jatuh

30 June 2015 | 8:58 PM WIB Last Updated 2015-06-30T14:04:26Z
Para prajurit Raider TNI AD dengan latar helikopter NBell 412 EP dari Skuadron 12/Serbu Puspenerbad. Skuadron ini merupakan Skuadron terbaru Penerbad yang berada di Way Tuba, Lampung. Alutsista yang ada di Skadron ini adalah Bell 412 EP. Sumber : wikipedia.com Repost from @fuadz_chopper. (ilustrasi/instget.com)

LAMPUNG ONLINE - Jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI membuat duka yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Kota Medan. Kecelakaan nahas ini sedikitnya menelan korban sekitar 50 orang, termasuk lima penerbang angkatan darat (Penerbad) dari Skuadron 12/Serbu-Way Tuba/Lampung.

Berikut nama-nama anggota TNI AD yang menjadi korban kecelakaan nahas.

A. Penerbad Skuadron 12/Serbu-Way Tuba/Lampung sebanyak 5 orang:
* Lettu CPN Heri Saputra (penerbang satu)
* Serka Lutfi (TI)
* Serda Novik (Avionik)
* Serda Danu (Mekanik)
* Serda Joko (Mekanik)

B. Personel Kodam I/BB (1 orang).
* Serda Ainun (Dim Natuna)

C. Keluarga Besar TNI Kodam I/BB (5 orang)
* Sdri Yuliana Ferawati (25) Putri dari Kapten Inf Sunarta/Pasi Intel Dim Natuna
* Sdri Hafifah (4) cucu dari Kapten Inf Sunarta/Pasi Intel Dim Natuna
* Sdri Ester Yosephine (14) Anak dari Serda Sihombing/Anggota Dim Natuna
* Sdri Rika Yunita (14) Anak dari Serda Sihombing/Anggota Dim Natuna
* Sdri Fiarlum Boru sinaga Ibu dari Pratu Samsul/Anggota Dim natuna

TNI Bertanggungjawab

Pesawat Hercules milik TNI-AU yang jatuh di Medan menimpa hotel, ruko dan bangunan warga lainnya.
Selain penumpang pesawat, sejumlah warga Medan pun menjadi korban.

Pihak TNI menyatakan siap bertanggung jawab atas seluruh kerugian dari kejadian tersebut, termasuk korban jiwa dan bangunan.

"Yang jelas, siapapun yang jadi korban, kami akan tanggung jawab," ujar Kapuspen TNI, Mayor Jenderal Fuad Basyah saat dihubungi, Selasa (30/6/2015), seperti dilansir Tribunnews.

Fuad meyakinkan pihaknya bertanggung jawab penuh atas akibat kejadian tersebut. Apalagi, Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menginstruksikan untuk dibentuknya tim investigasi.

"Nggak mungkin TNI lari dari tanggung jawab," ujarnya. (*)