![]() |
| Ridho Ficardo (ist) |
LAMPUNG - Miris. Di saat warganya di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan sedang dilanda konflik akibat begal, Gubernur Lampung Ridho Ficardo yang menghadiri acara halal bi halal di halaman Kantor Gubernur Lampung, Rabu (29/7/2015), tidak menyinggung sedikitpun tentang peristiwa yang menghilangkan nyawa warganya tersebut.
Acara halal bi halal yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wib tersebut langsung dihadiri oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo. Turut hadir pula, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri dan Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djunaidi, jajaran pemerintah kabupaten/kota, Fokorpimda Lampung serta para PNS di lingkungan Pemprov Lampung
Gubernur Ridho justru lebih peduli dengan peristiwa Tolikara, Papua nun jauh di sana. Hal ini seperti terungkap saat Ridho memberikan sambutan.
“Masih jelas dalam ingatan kita insiden yang terjadi di Tolikara, Papua, telah merusak sendi-sendi kerukunan umat beragama,” ujarnya, tanpa sedikitpun menyinggung soal warganya, Aidil Darmawan (40) sekretaris desa Malang Sari yang tewas akibat dihakimi massa di Desa Batu Badak, Lampung Timur, Selasa (28/7/2015).
Gubernur Ridho hanya berharap kepada bupati dan wali kota, anggota Fokorpimda provinsi dan kabupaten, TNI/Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif, serta senantiasa menjaga kerukunan kehidupan beragama.
“Baik antar sesama umat beragama maupun antar umat beragama dengan pemerintah, sehingga kondisi Kamtibmas di Lampung aman, damai dan sejahtera,” kata dia, di saat bersamaan dua desa di Lampung Selatan dan Lampung Timur dalam situasi mencekam akibat dibunuhnya pamong desa, yang notabene salah satu ujung tombak pemerintahan di Lampung.
“Baik antar sesama umat beragama maupun antar umat beragama dengan pemerintah, sehingga kondisi Kamtibmas di Lampung aman, damai dan sejahtera,” kata dia, di saat bersamaan dua desa di Lampung Selatan dan Lampung Timur dalam situasi mencekam akibat dibunuhnya pamong desa, yang notabene salah satu ujung tombak pemerintahan di Lampung.
Di sisi lain, Gubernur Ridho menyoroti persoalan pendidikan di daerah ini yang masih belum memenuhi harapannya.
"Terkait pendidikan, masih tertinggal. Di beberapa kabupaten, masih banyak yang buta huruf,” katanya. Untuk itu, Gubernur meminta satker terkait memperhatikan kesejahteraan guru-guru honor.
“Kesejahteraan guru-guru honor, perlu juga menjadi perhatian,” ujarnya. (dbs)
