Notification

×

Panglima TNI Serahkan Kasus Penusukan Prajurit ke Polri

14 July 2015 | 12:49 PM WIB Last Updated 2015-07-14T05:49:25Z
Gatot Nurmantyo dan Moeldoko saat Sertijab Panglima TNI, Selasa (14/7/2015).

LAMPUNG ONLINE - Dua anggota Kostrad ditusuk oleh sekelompok orang tak dikenal di Gowa, Sulawesi Selatan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mempercayakan pengusutan kasus tersebut kepada jajaran kepolisian.

"Itu kriminal. Saya sangat percaya dengan kepolisian yang profesional. Saya yakin seyakin-yakinnya Polri profesional," ungkap Gatot saat Sertijab Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Selasa (14/7/2015).

Pratu Aspin Mallobasang dan Pratu Fatku Rahman yang merupakan anggota Brigif Linud 3 Kostrad tersebut ditusuk OTK pada Minggu (12/7) dini hari ketika sedang menonton festival bedug. Akibat kejadian ini, Pratu Aspin tewas dan Pratu Fatku kini masih dalam perawatan di RS Pelamonia, Makassar.

Gatot yakin kasus ini bukan merupakan insiden antara TNI dan Polri. Ia percaya pihak kepolisian mampu mengusut kasus ini dengan baik, seperti dilansir Detik.

"Di tempat gelap tak ada saksi pun bisa diungkap apalagi di tempat keramaian dan dilakukan beberapa orang," kata jenderal bintang 4 itu.

Untuk itu panglima TNI meminta agar semua pihak memberikan kepercayaan penuh pada Polri. Dengan begitu, kata Gatot, para tersangka akan bisa segera diringkus.

"Jadi biarkan kepolisian mengadakan penyelidikan, pasti tersangka akan didapat," pungkasnya. (*)