Notification

×

Penumpang di Stasiun KA Tanjung Karang Lampung Naik 30 Persen

13 July 2015 | 11:07 AM WIB Last Updated 2015-07-13T04:09:59Z

LAMPUNG -  Pada lima hari menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah, jumlah penumpang kereta api (KA) dari Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung, Provinsi Lampung menuju Palembang, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan 30 persen.

"Pada H-5 menjelang Idul Fitri, jumlah penumpang KA meningkat 30 persen, bahkan hari ini kami telah menambah tiga gerbong," kata Wakil Kepala Setasiun KA Tanjungkarang, Kurniawan, di Bandar Lampung, Minggu (12/7/2015) malam.

Dia mengatakan, PT KAI setempat menambah gerbong kelas eksekutif satu unit, dan untuk kelas bisnis tiga gerbong, serta sejauh ini tidak ada keterlambatan keberangkatan. Sebelumnya, PT KAI Lampung hanya menyiapkan tempat duduk 328 kursi, dan malam ini bertambah 118 kursi, sehingga jumlah kursi yang disediakan 442 buah. 

"Malam ini gerbong yang telah diberangkatkan ada delapan, dan itu sudah penuh semua," jelas Kurniawan.

Terkait keterlambatan keberangkatan kereta api, dia menegaskan hingga saat ini belum terjadi, dan PT KAI Subdivre III.2 Tanjungkarang di Provinsi Lampung akan memastikan itu tidak akan terjadi.

"Kami pastikan tidak akan ada keterlambatan keberangkatan KA, sehingga kepada penumpang diingatkan agar datang tepat waktu," kata Kurniawan.

Dia menyebutkan, jumlah keseluruhan penumpang yang telah menggunakan jasa kereta api itu, di antaranya KA Limex Sriwijaya dan KA Ekspres Rajabasa mencapai 21.703 orang, atau naik 30 persen dibandingkan sebelumnya hanya mencapai 19.497 orang, seperti dilansir Republika.

PT KAI juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung melakukan tes urine, untuk menjaga keselamatan para penumpang dan kesehatan para masinis yang akan bekerja pada arus mudik Lebaran tahun ini.

"Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kami melakukan tes urine bagi para masinis," ujar Kurniawan.

Saat ini tiket kereta api kelas ekonomi (Rajabasa) Rp 35 ribu, kelas bisnis (Sriwijaya) tarif bawah Rp 90 ribu hingga Rp160 ribu, dan kelas eksekutif Rp 160 ribu hingga Rp200 ribu.

Jika penumpang kehilangan tiket yang sudah dibeli, dapat diurus sesuai identitas pada saat membeli dan akan diganti dengan tiket penggantinya. (*)