Notification

×

Polda Lampung: Kematian Sekdes Malang Sari Dipicu Aksi Provokasi

29 July 2015 | 8:07 PM WIB Last Updated 2015-07-29T13:13:28Z
Edward Syah Pernong

LAMPUNG - Tewasnya Aidil Darmawan (40) sekretaris desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan akibat dihakimi massa warga Desa Batu Badak, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, Selasa (28/7/2015), malam dipicu aksi provokasi. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Purwo Cahyoko, Rabu (29/7/2015) mengatakan, kesimpulan sementara kerusuhan itu dipicu aksi provokasi. Menurut dia, dugaan provokasi itu hasil pengembangan dari keterangan saksi. 

"Saat akan ada mediasi, seseorang menyatakan tidak terima dengan tewasnya warga Desa Batu Badak karena dihakimi massa warga Desa Malang Sari," jelasnya. 

Baca: Begal Dibunuh, Warga Lamsel Tewas Dimassa, Wakapolres: Korban adalah Sekdes

Sebetulnya, lanjut Purwo, pihak keluarga pelaku begal bernama Yusuf yang meninggal di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari sudah terima atas kematian anggota keluarganya. 

“Jadi keluarga sudah menerima kematian itu dan mereka juga menerima kedatangan rombongan dari Tanjung Sari yang datang ke rumah duka. Warga dari luar yang justru memprovokasi, sehingga situasinya ramai," kata Purwo, seperti dilansir Harianlampung.

Menurut dia, Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong, sudah memberikan instruksi ke Ditkrimum Polda Lampung, agar aksi amuk massa itu segera diungkap. 

Kapolda juga memberikan perintah supaya kapolres Lampung Selatan dan Lampung Timur segera melakukan langkah menciptakan suasana kondusif dan meminta masing-masing kapolres mengendalikan warga di wilayahnya.

"Untuk pengungkapan, kapolda tidak memberi perintah target waktu. Hanya beri perintah segera diungkap. Ditkrimum pegang penyidikan dan pengungkapan perkara. Hari ini masih pemeriksaan saksi-saksi. Yang sudah diperiksa ada sekitar sepuluh orang. Masih berstatus saksi untuk kumpulkan keterangan yang bisa memberi titik terang siapa saja pelakunya," kata dia. (*)