LAMPUNG TIMUR - Masyarakat di Kecamatan Way Jepara kecewa dengan kinerja Polres Lampung Timur, yang melepaskan bandar judi togel bernama Edison Nainggolan (50), warga Desa Labuhanratu Dua, pada Minggu (12/7/2015) dengan alasan tidak cukup bukti. Sebelumya, bandar judi tersebut ditangkap pada Sabtu (11/7/2015) pukul 13.30 WIB.
"Kalau memang tidak cukup bukti, berarti polisi salah tangkap, dan Nainggolan bisa melaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Ini yang bener polisinya atau memang ada main uang," kata warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara, Kapolres Lampung Timur AKBP Juni Duarsah, saat dikonfirmasi terkait telah dipulangkannya tersangka bandar togel Edison Nainggolan, enggan membalas pesan pendek yang dikirim wartawan.
Diketahui, anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lampung Timur menangkap dua bandar judi togel di Kecamtan Way Jepara, berkat informasi dari masyarakat setempat. Keduanya yakni Edison Nainggolan (50) warga Desa Labuhan Ratu Dua, Kecamatan Way Jepara dan Amri (40) warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Mataram Baru.
Kapolres Lampung Timur AKBP Juni Duarsah, melalui Kasat Reskrim AKP Lekson mengatakan, dua bandar togel itu ditangkap pada Sabtu lalu sekitar pukul 13.30 di rumah Nainggolan. Barang bukti yang diamankan yaitu satu bonggol kopelan togel dan uang tunai Rp 140 ribu.
"Saat kami tangkap di sana ada Amri warga Sumber Sari yang juga bandar togel," jelas Lekson.
Modus yang digunakan bandar judi togel tersebut yaitu dengan menyebar sejumlah agen untuk mencari pemasang judi jenis nomor itu. Jika ada seseorang yang memasang, maka agen akan mengirimkan nomor pemasang melalui ponsel, seperti dilansir Lampost.
Menurut Lekson, judi jenis togel sangat marak di Kecamatan Way Jepara. Akibatnya, banyak warga yang tergiur, karena dengan pasangan Rp 1000 jika angkanya tepat bisa mendapat Rp 60 ribu.
"Menurut keterangan bandar togel, jika warga memasang seribu dua angka, kalau nomornya keluar mendapat 60 ribu," jelasnya.
Saat ini, judi togel bervariasai dan banyak jenisnya, yakni, togel Sidney, Singapore dan Hongkong. "Tidak menutup kemungkinan di Kecamatan Way Jepara masih banyak bandar judi togel, dan kami akan terus melakukan penyelidikan," janji Lekson. (*)
