![]() |
| Stadion Pahoman |
LAMPUNG - Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan menghibahkan tiga aset berupa tanah dan bangunan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat.
Ketiga aset tersebut diantaranya Stadion Pahoman, lahan dan bangunan Dinas Perhubungan Bandar Lampung dan tanah workshop di Liwa, Lampung Barat.
Kabag Pemanfaatan dan Pemeliharaan Aset Daerah Pemprov Lampung, Saprul Alhadi, mengatakan ketiga aset yang dihibahkan tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipelihara dan dikelola oleh pemerintah provinsi.
"Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Lampung menyetujui hibah kegita aset tersebut dan nanti akan dilakukan proses lebih lanjut," jelasnya, Kamis (30/7/2015).
Menurut dia, Stadion Pahoman tersebut tanah dan bangunanya memang milik Pemprov Lampung, tetapi berdasarkan surat keputusan Gubernur tahun 1990 pengelolaan diberikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung.
"Kalau lahan ini dihibahkan akan lebih maksimal pengelolaanya," kata Saprul.
Kemudian, bangunan dan lahan Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung yang dipakai selama ini tanahnya bersebelahan dengan Rumah Sakit Kota Bandar Lampung. Ke depan, pemerintah kota berencana akan mengembangkan rumah sakit tersebut.
"Di sana katanya lahanya sempit, terus rumah sakitnya akan dikembangkan, karena kita tahu bahwa Rumah Sakit Abdul Moeloek kondisinya sudah crowded akibat pasiennya sudah terlalu banyak," jelas Saprul.
Sedangkan lahan workshop yang terletak di Liwa, Lampung Barat, lokasinya tepat berada di tengah kota. Pemerintah setempat minta untuk dihibahkan, karena direncanakan akan dibangun taman kota, seperti dilansir Lampost.
"Nanti akan dilakukan proses lebih lanjut dengan tim Kota Bandar Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat," ujar Sahrul.
Menurutnya, usulan hibah ini telah dilakukan sejak tahun lalu, akan tetapi karena kesibukan pemerintah provinsi, proses tersebut baru dilakukan saat ini.
"Kalau usulan sudah dari tahun lalu, sekda selaku pengelola barang daerah baru sempat saat ini," terang Sahrul. (*)
