Notification

×

Kembali Jadi Rakyat, Menteri Tedjo 'Rakyat Tidak Jelas' Pamit

12 August 2015 | 1:14 PM WIB Last Updated 2015-08-12T06:16:48Z
Tedjo Edhi Purdijatno

LAMPUNG ONLINE - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno masuk jajaran menteri yang akan di-reshuffle. Pagi ini beredar pesan singkat dikirim langsung oleh Tedjo, isinya ucapan perpisahan. 

"Saya juga dapat SMS itu, kalau lihat dari susunan kalimatnya memang benar beliau," ujar salah satu deputi di Kementerian, Rabu (12/8/2015).

Pejabat itu mengaku mendapatkan pesan serupa, tetapi tak langsung dari nomor ponsel Tedjo. Menurut dia, di kantor tak ada acara perpisahan atau pamitan. 

"Tapi ruangannya sudah kosong sejak semalam," ujarnya. Menurut dia, ruangan Tedjo kosong sesaat setelah menemui Presiden Jokowi. 

Tedjo adalah salah satu menteri yang dipanggil Presiden Joko Widodo tadi malam bersama Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, serta Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Tedjo dan Gobel datang terlebih dahulu sekitar pukul 19.00 WIB.

Sekitar pukul 20.15 WIB, para menteri mulai bergantian keluar. Yang pertama keluar adalah menteri Tedjo, disusul oleh Andrinof. Namun Andrinof memilih buru-buru meninggalkan kerumunan wartawan, seperti dilansir Tempo.

"Tak terlalu penting, nanti tanya Pak Sofyan saja," kata Andrinof. 

Menurut Andrinof selain empat menteri, pertemuan dihadiri Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Saat ditanya adanya pembahasan rombak kabinet malam itu, Andrinof tak menjawab.

"Sudah ya," katanya sambil menutup pintu mobilnya.  

Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno kerap mengeluarkan pernyataan kontroversi. Seperti saat massa mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memberi dukungan kepada komisioner KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap polisi, Sabtu (24/1/2015). 

Tedjo menyesalkan adanya pergerakan massa di KPK  yang juga diliput oleh berbagai media. Menurut Tedjo, KPK akan kuat bila justru didukung oleh konstitusi yang berlaku.  

"Bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu," kata Tedjo di kompleks Istana Negara. 

Berikut isi pesan atas nama Tedjo yang beredar:

Ass w.w

Kepada Yth. Bapak/Ibu sekalian, sehubungan dengan berakhirnya jabatan saya selaku Menko Polhukam, saya mohon diri & mohon maaf atas segala khilaf & salah. Terima kasih atas segala dukungan & kerjasama selama saya menjabat Menkopolhukam.Semoga Allah SWT selalu melimpahkan hidayah-NYA kepada kita semua, amin.

Wass w.w. Tedjo Edhi. P, Laksamana (Purn). (*)