LAMPUNG ONLINE - Nilai tukar rupiah terkoreksi makin tajam dalam perdagangan hari ini, Rabu (12/8/2015). Pelemahan rupiah ini seiring dengan aksi jual aset-aset berdenominasi rupiah yang terus berlanjut.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta beranggapan kekhawatiran atas dampak buruk devaluasi nilai tukar Yuan membuat investor enggan memegang portofolio rupiah sementara waktu.
“Sebagai salah satu rekan dagang utama Indonesia, devaluasi Yuan menyebabkan prospek ekspor komoditas dan perekonomian semakin memburuk,” kata dia saat dihubungi, Rabu (12/8/2015).
Tak ayal, sejak perdagangan dimulai, rupiah sudah dibuka pada level 13.800 per dolar. Hingga pukul 12.45 WIB, rupiah bahkan tercatat sudah anjlok 212,6 poin (1,56 persen) ke level 13.820 per dolar. Praktis, level rupiah saat ini kembali menjadi posisi terendah sejak tahun 1998, seperti dilansir Tempo.
Di pasar uang, efek negatif devaluasi Yuan juga menghantam mayoritas kurs regional yang lain. Selain Yuan yang tersungkur ke level 6,4331 per dolar, Won juga kembali terkoreksi 1,10 persen ke level 1.191,93 per dolar. Kurs ringgit tampak senasib dengan rupiah yang turun 1,56 persen menjadi 4,0355 per dolar.
Akibat belum pastinya waktu kenaikan suku bunga The Fed, Rangga mengatakan rupiah memang masih cenderung dihimpit sentimen negatif dalam jangka menengah. Reshuffle kabinet yang bakal diumumkan siang ini pun, bagi Rangga, tak banyak mengubah tekanan terhadap rupiah. (*)
