Notification

×

Pol PP Wanita Pemkot Bandar Lampung Mengaku Dijual Komandan

21 September 2015 | 8:12 PM WIB Last Updated 2015-09-28T14:07:52Z
NB alias Nurbaiti (berhijab). (foto: jpnn)

BANDAR LAMPUNG - Seorang wanita pegawai honorer Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Pemkot Bandar Lampung berinisial NB (27), mengaku menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) yang diduga dilakukan atasannya berinisial RS. Pria itu adalah komandan pleton tempat NB bertugas.

Tidak terima, NB melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bandar Lampung, dengan laporan polisi bernomor LP/B/3707/IX/2015/LPG/Resta Balam tertanggal 4 September 2015. NB melapor ke polisi dua hari setelah mengalami peristiwa traumatik itu.

NB menceritakan, pada Rabu (2/9/2015) malam, ia dihubungi oleh atasannya, RS. 

"RS bilang ke saya untuk ikut dia. RS tidak memberitahu mau kemana," ujar NB saat dihubungi, Senin (21/9/2015) malam. NB pun mengikuti ajakan RS.

Sekitar pukul 21.00 WIB, RS datang menghampiri NB yang berada di tempat temannya di Garuntang. NB, mengatakan, RS menjemputnya bersama dengan temannya sesama Pol PP berinisial TH, dan seorang lelaki berinisial AR.

Mereka lalu pergi menaiki mobil menuju karaoke MGM. Di tempat karaoke itu, papar NB, RS memesan minuman beralkohol. Menurut NB, ia dipaksa RS minum minuman keras tersebut. Awalnya, NB menolak sampai menangis. Namun karena terus didesak, NB minum dalam keadaan terpaksa. 

"Baru minum sedikit saya langsung muntah karena tidak pernah minum minuman seperti itu," tutur dia. 

Sekitar pukul 02.00 WIB, mereka keluar dari tempat karaoke, lalu menuju ke rumah RS di daerah Kupang, Telukbetung. NB mengaku ia diturunkan di pinggir jalan, sementara RS, TH dan AR masih di dalam mobil. NB tidak tahu apa yang terjadi di dalam mobil.

Tak lama mobil itu pergi meninggalkan NB seorang diri di pinggir jalan. Belakangan diketahui AR, TH dan RS pergi menuju mesin anjungan tunai mandiri (ATM) mengambil uang. Menurut NB, AR memberikan uang ke RS.

Uang tersebut diminta RS dengan alasan untuk beli susu dan karena sudah membawa NB ikut karaoke. Ketiga orang itu kembali lagi menghampiri NB. RS pulang ke rumahnya begitu juga dengan TH. Tinggallah NB seorang diri.

NB mengatakan, RS menyuruhnya pulang bersama AR. Tak ada pilihan. NB menumpang mobil AR. Pada saat di dalam mobil, AR mengajak NB menginap di hotel. NB ketakutan sampai menangis. Ia menolak ajakan AR.

Menurut NB, AR kasihan melihat dirinya. Akhirnya AR mengantar NB pulang ke rumah kekasihnya. NB menuturkan, pada saat dalam perjalanan ke rumah kekasihnya, AR menceritakan bahwa ia sudah memberi RS uang.

NB mengatakan, kekasihnya sempat mendatangi rumah AR menanyakan peristiwa tersebut. Menurut NB, AR menceritakan bahwa pagi hari usai mengantar NB pulang, RS menghubungi AR menanyakan tentang "pelayanan" NB.

RS mengira AR dan NB melakukan tindakan asusila. Padahal, malam itu AR mengantar NB pulang. Usai peristiwa itu, NB mengaku takut masuk kerja. 

"Saya trauma dan mendapat ancaman dari RS," tutur NB, seperti dilansir Tribunlampung.

Periksa 4 Saksi

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Bandar Lampung membenarkan sudah menerima laporan trafficking dari NB. Pihak kepolisian sudah menindaklanjuti laporan NB dengan memeriksa para saksi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya saat ini sudah memeriksa empat saksi. 

"Kami sudah periksa saksi korban dan orang-orang yang terkait dengan masalah itu," ujar dia.

Dery menuturkan, pihaknya akan memeriksa beberapa saksi lain sebelum memeriksa saksi terlapor. 

"Kami butuh keterangan saksi lain yang mendukung keterangan korban," kata dia. Setelah semua saksi diperiksa, kata dia, pihaknya akan melakukan gelar perkara. (*)