![]() |
| Mursalim (kemeja oranye). | tempo |
LAMPUNG ONLINE - Wanita korban pembunuhan di Apartemen Casa Grande yang merupakan warga negara (WN) Jepang, Yoshimi Nishimura, tak langsung meninggal ketika tersangka Mursalim mencekik korban pertama kali. Satpam yang tertangkap di Lampung itu menyumpal mulut Yoshimi dengan lap kotor hingga tewas.
Peristiwa ini terkuak saat polisi merekonstruksi pembunuhan itu, Senin (14/9/2015). Saat itu Mursalim bertugas sekitar pukul 19.00. Sekira pukul 20.00, Mursalim meminta rekannya untuk mengantar ke lift karena tak punya kartu akses.
"Sekuriti hanya memiliki satu kartu," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Khrisna Murti, seperti dilansir Tempo.
Mursalim diduga menggunakan tangan kirinya untuk membekap mulut Yoshimi. Ia kemudian diseret ke dapur yang berjarak dua meter dari tempat pertama ia membekap Yoshimi.
Mursalim membanting Yoshimi ke lantai hingga hidung dan bibirnya berdarah lalu menyumpalnya dengan lap kotor. Yoshimi dicekik Mursalim hingga tak bergerak. Mursalim kemudian mencari kabel rol colokan di dapur untuk mengikat tangan Yoshimi.
Namun Yoshimi kembali bergerak sehingga Mursalim mencekik Yoshimi yang terus meronta-ronta. Ia juga memukul rahang Yoshimi hingga korban betul-betul tidak bernapas. Setelah itu, Mursalim menyeret Yoshimi kembali ke dalam kamar.
Mursalim lalu menyalakan lampu, mencuci tangan yang terkena darah, kemudian mengambil kunci akses dan kunci pintu apartemen yang tersimpan di tas Yoshimi, yang posisinya di meja ruang tengah. Mursalim kemudian turun ke lobi dan membiarkan tubuh korban berada di lantai.
Yoshimi ditemukan di kamarnya dalam keadaan tubuh membiru dan terdapat bekas darah di wajahnya dua hari setelah kejadian. Yoshimi dibunuh pada (5/9/2015) dan ditemukan pada (7/9/). Saat ditemukan di lantai sepuluh Unit 2 Montreal Monanta, tubuh Yoshimi hanya mengenakan pakaian dalam saja. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi melihat sosok tersangka terekam CCTV. (*)
