Notification

×

Gajah Yongki Diduga Diracun, Polda Lampung Kirim Sampel ke Mabes

23 September 2015 | 5:43 AM WIB Last Updated 2015-09-22T22:44:04Z
Ini gajah Yongki yang dibunuh dan diambil gadingnya. (arsip forum mahout indonesia/nazarudin)

LAMPUNG - Kasus kematian gajah 'Yongki' di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kawasan Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung terus diselidiki. Pihak kepolisian pun ikut terlibat. Untuk itu, Polda Lampung mengirimkan sampel racun yang diduga penyebab kematian Yongki.

Menurut Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sulistyaningsih, jasad Yongki sudah dilakukan otopsi oleh tim dokter. 

"Diduga penyebab kematiannya karena diracun," ujar Sulis kepada wartawan, Selasa (22/9/2015).

Sulis menuturkan, sampel racun yang ditemukan di dalam tubuh Yongki sudah dikirim ke pusat laboratorium forensik Mabes Polri. Ini dilakukan untuk mengetahui jenis racun yang menewaskan gajah jinak ini.

Sulis mengutarakan, pihaknya telah menerjunkan dua tim opsnal ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim ini bertugas melakukan pengumpulan bahan keterangan di sekitar TKP. Petugas kepolisian juga sudah memeriksa petugas jaga di Pos Pemerihan dan pawang sebanyak lima orang.

Menurut Sulis, kepolisian juga melakukan penyelidikan terhadap para pemain jual beli gading untuk mencari siapa pelaku pembunuhan Yongki. Sulis menuturkan, sudah ada satu orang yang dicurigai dalam kasus Yongki ini.

Orang tersebut adalah mantan pawang di Pos Pemerihan berinisial SU. Sulis mengatakan, SU diberhentikan sebagai pawang sejak tiga bulan lalu, seperti dilansir Tribunlampung

"Saat ini masih koordinasi dengan pihak TNBBS di Kota Agung, Tanggamus," ujar Sulis.

Sulis mengatakan, sebelum ditemukan tewas, Yongki dalam keadaan tingkat birahi sehingga sangat sensitif. Untuk itu, kata dia, Yongki diletakkan agak jauh dari gajah lainnya. 

"Yongki diletakkan sekitar 400 meter dari pos pantau," kata Sulis.

Pada Jumat (18/9/2015) lalu, sekitar pukul 07.00 WIB, pawang Sulistiono memeriksa gajah. Pada saat itulah, diketahui Yongki sudah tewas dengan kondisi gadingnya sepanjang 90 cm hilang.

Sulistiono lalu melaporkan hal itu ke koordinator resort Pilipus Samiran. Sulis mengatakan, Pilipus melapor ke kantor TNBBS Ngaras. Pada pukul 22.30 WIB, tim dokter melakukan evakuas dan mengotopsi Yongki. (*)