Notification

×

Rayakan Idul Adha, Muhammadiyah Minta Jokowi Rabu Diliburkan

23 September 2015 | 5:58 AM WIB Last Updated 2015-09-22T23:00:08Z
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama unsur pimpinan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (22/9/2015). (viva)

LAMPUNG ONLINE - Persyarikatan Muhammadiyah meminta Presiden Joko Widodo untuk menjadikan hari Rabu (23/9/2015), sebagai hari libur. Mengingat, Muhammadiyah akan menjalankan Shalat Idul Adha 1436 Hijriyah atau 2015 Masehi, hari ini.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengakui adanya permintaan dari Muhammadiyah agar besok dijadikan hari libur. Sebab, pelaksanaan Idul Adha antara pemerintah dengan Muhammadiyah tahun ini tidak sama.

Mu'ti mengatakan, pihaknya meminta pemerintah memberikan perhatian secara proporsional untuk warga negara yang akan menjalankan Shalat Idul Adha.

"Beberapa daerah kami apresiasi memberikan hari libur. Beberapa daerah libur resmi dua hari Rabu dan Kamis," kata Mu'ti, usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mengatakan, jeda libur untuk warga negara, diharapkan agar tidak mengganggu ketenangan warga yang ikut Shalat Idul Adha.

"Kalau toh tidak ada libur khusus, hendaknya memberi dispensasi agak terlambat (masuk kerja)," kata Mu'ti.

Muhammadiyah mendesak hal ini, mengingat hak konstitusional warga negara dalam menjalankan ibadahnya telah diatur dalam konstitusi, seperti dilansir Viva.

"Salah satu bentuk jaminannya mereka yang melaksanakan Idul Adha, dan mungkin terlambat mudah-mudahan ada kearifan para pejabat," ujar dia.

Pertemuan dengan Presiden Jokowi dihadiri unsur pimpinan pusat Muhammadiyah lainnya, seperti Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan ketua-ketua seperti Yunahar Ilyas, Dadang Kahmad, Dahlan Rais, Agus Taufiqurrahman, Suyatno, Syaiful Bakhri, dan Bambang Setiadji. Juga mendampingi Ketum Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini dan Ketua Masyitoh Chusnan. (*)