Notification

×

IPM Lampung Gelar Pelatihan Advokasi dan Pendampingan Pelajar

20 September 2015 | 8:46 PM WIB Last Updated 2015-09-21T08:57:27Z
IPM Lampung Gelar Pelatihan Advokasi dan Pendampingan Pelajar
Pemberian materi teknik konseling dari Ratna Widiastuti (BK FKIP Unila)

LAMPUNG - Saat ini, hak pelajar sudah mengalami pergeseran makna, yang lebih menitikberatkan pada pelayanan sosial. Namun di samping itu ada hak pelajar yang bias dari pandangan steakholder sekolah. Hak pelajar yang lebih pada kreatifitas dan berekspresi.

Kreatifitas Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam meramu berbagai permasalahan pelajar yang kompleks, memunculkan beberapa ide dan gagasan baru. Gagasan perjuangan baru dalam membela hak pelajar. 

Melalui Pelatihan Advokasi dan Pendampingan Pelajar yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung melalui Bidang Advokasi dengan mengusung garis besar pembelaan dan pendampingan pelajar. 

Pelatihan yang diselenggarakan tiga hari Jumat-Minggu (18-20/9/2015) ini merumuskan dan menjadikan IPM sebagai Alternatif BK di sekolah, sesuai dengan tema kegiatan 'membentuk karakter pelajar yang berjiwa sosial dan humanis'.

“Pelajar itu harus mempunyai karakter sosial dan humanis, jika pelajar hari ini sudah tidak peduli lagi dengan temannya, maka bagaimana pelajar akan membantu permasalahan (advokasi) temannya,” ucap Ketua Panitia, Rizal NS, dalam keterangan tertulisnya kepada Lampung Online, Minggu (20/9/2015).

Dengan pelatihan ini, lanjut dia, IPM Lampung mencetuskan tagline IPM sebagai Alternatif BK sekolah bagi pelajar Muhammadiyah di Lampung.

"Sehingga melalui pendampingan teman sebaya, IPM dapat menghadirkan suasana Bimbingan Konseling yang jauh dari proses peradilan di sekolah," tegas Rizal NS yang juga Ketua Advokasi IPM Lampung ini.

Sementara, Ketua Umum IPM Lampung Teo Rendra Arifin mengatakan, pelatihan ini akan diteruskan di tingkat kabupaten/kota yang sektor pesertanya adalah pelajar SLTA. 

"Sehingga terdapat advokator pelajar untuk semua jajaran dan manfaatnya sampai sekolah," ujar dia. (ruslan)