Notification

×

Kenaikan Harga Beras di Bandar Lampung Tertinggi Se-Indonesia

01 September 2015 | 11:46 PM WIB Last Updated 2015-09-01T16:47:47Z

LAMPUNG ONLINE - Memasuki tahun ajaran baru ternyata berdampak pada inflasi di Agustus 2015. Biaya sekolah tercatat menyumbangkan inflasi Agustus yang sebesar 0,39 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyatakan, uang sekah level Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sama-sama menyumbang inflasi pada Agustus. Meski demikian, memang ketiganya bukan menjadi penyumbang utama dalam inflasi.

"Uang sekolah karena ada tahun ajaran baru untuk SD naik 4,75 persen. Andil 0,04 persen. Naiknya di 58 kota IHK. Kenaikan tertinggi di Malang dan Mataram," kata dia di kantornya, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Sementara itu, lanjutnya, uang sekolah SMP naik 5,4 persen dan memberikan andil 0,03 persen. Untuk uang sekolah SMA naik 4,11 persen dan memberi andil 0,03 persen.

Tidak hanya itu, mie instan juga menyumbang inflasi pada Agustus ini. Hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan untuk membuat mie instan masih diimpor dari luar negeri, seperti dilansir Okezone.

"Mie kan gandum itu impor. Nilai tukar meningkat jadi bahan bakunya naik," ucap Suryamin.

Sebelumnya, BPS memang tengah mengumumkan inflasi pada Agustus 2015 sebesar 0,39 persen. Inflasi tersebut disumbang dari beberapa sektor komoditas sebagai berikut :

1. Daging ayam ras, perubahan harga 6,08 persen dengan andil 0,08 persen. Terjadi kenaikan harga di 61 Kota IHK, kenaikan tertinggi di Tanjung Pandan dan Ternate.

2. Beras, perubahan harga 1,6 persen dengan andil 0,06 persen. Kenaikan di 65 kota IHK. Tertinggi Bandar Lampung dan Bulukumba.

3. Cabai rawit, perubahan harga 24,01 persen dengan andil 0,05 persen. Kenaikan di 75 Kota IHK. Tertinggi di Merauke dan Probolinggo.

4.Uang sekolah SD, perubahan harha 4,75 persen dengan andil 0,04 persen. Kenaikan di 58 kota IHK. Tertinggi di Malang dan Mataram.

5. Telur ayam ras, perubahan harga 4,27 persen dengan andil 0,03 persen. Kenaikan di 55 Kota IHK. Tertinggi di Kediri dan Semarang.

6. Uang sekolah SMP, perubahan harga 5,4 persen dengan andil 0,03 persen. Kenaikan di 50 kota IHK. Tertinggi di Bima dan Mataram.

7. Uang sekolah SMA, perubahan harga 4,11 persen dengan adil 0,03 persen. Kenaikan di 43 Kota IHK. Tertinggi Padang dan Tanjung Pandan.

8. Mi, perubahan harga 1,39 persen dengan andil 0,02 persen. Kenaikan di 23 kota IHK, tertinggi.di Pare-Pare dan Lhokseumawe

9. Nasi dengan lauk, perubahan harga 1,1 persen dengan andil 0,02 persen. Kenaikan di 22 Kota IHK, tertinggi di Tanjung dan Bengkulu serta Banyuwangi.

10. Daging sapi, perubahan harga 1,27 persen dengan andil 0,01 persen. Kenaikan di 44 kota IHK. Tertinggi di Pematang Siantar dan Bungo.

11. Tarif listrik, perubahan harga 0,25 persen dengan andil 0,01 persen. Kenaikan di 80 Kota IHK. Tertinggi di Pontianak

12. Uang sekolah Perguruan Tinggi, perubahan harga 0,57 persen dengan andil 0,01 persen. Kenaikan di 18 kota IHK, tertinggi di Sampit dan Bengkulu.

13. Bimbingan belajar, perubahan harga 2,52 persen dengan andil 0,1 persen. Kenaikan di 8 Kota IHK, tertinggi di Tangerang dan Serang.

14. Tarif tol, perubahan harga 16,86 persen dengan andil 0,1 persen. Kenaikan di 13 kota IHK. Tertinggi di Makassar dan Bekasi. (*)