Notification

×

Mayat Pria di Kosan Wanita Itu Pegawai Universitas Malahayati Lampung

14 September 2015 | 4:30 PM WIB Last Updated 2015-09-14T14:52:56Z
Kamar kos tempat ditemukannya jasad Sofyan. (ist)

BANDAR LAMPUNG - Identitas mayat pria yang ditemukan di kamar kos di Jalan Sumur Putri, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, pada Minggu (13/9/2015) terungkap. Mayat tersebut diketahui bernama Sofyan, Kepala Bagian Kepegawaian Universitas Malahayati Lampung. 

Terungkapnya identitas Sofyan karena Nia Trisnawati yang merupakan istri korban dan beberapa rekan kerjanya datang ke Polresta Bandar Lampung, Senin (14/9/2015) sore.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya langsung membawa Nia ke dalam ruang kerjanya.

Dari pantauan, terlihat beberapa rekan kerja Sofyan ikut masuk ke dalam ruang Kasat Reskrim. Sofyan diduga menjadi korban pembunuhan di kamar kos.

Sebelumnya diberitakan, warga di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, gempar. Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan dalam sebuah kamar kos milik Nedi (55). Kamar kos itu disewa oleh wanita berinisial Kam (25).

Mayat pria tersebut ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (13/9/2015). Disinyalir, pria itu menjadi korban pembunuhan. Saat ditemukan, korban dalam kondisi kaki dan tangan terikat.

Di tubuhnya banyak ditemukan luka lebam. Kondisi mayat sudah membusuk. Dan diperkirakan telah meninggal dunia sejak dua hari lalu.

Nedi (55), pemilik kos-kosan, menyatakan, kamar tersebut disewa oleh Kam. Kepada Nedi, Kam mengaku bekerja sebagai pegawai di Dinas Pengairan dan Pemukiman Lampung di kawasan Pahoman, Bandar Lampung.

Kam sendiri diketahui baru sebulan menyewa kamar kos milik Nedi. 

’’Karena sudah sebulan dan hari ini jatuh tempo, jadi istri saya mendatangi kamarnya untuk ngecek,” terang Nedi, Minggu. Tetapi saat disambangi, kamar tersebut tak ada orang. Justru bau busuk muncul dari dalam kamar. Karenanya, Nedi berinisiatif membuka kamar. 

’’Waktu itulah kami lihat sudah ada mayat terbujur kaku. Kami langsung lapor RT setempat,” tuturnya.

Nedi mengaku sampai kemarin Kam belum juga pulang ke tempat kos. Kali terakhir, Nedi bertemu Kam pada Jumat (11/9) lalu. Saat itu, Kam datang dan meminta data-data dirinya. Menurut Nedi, data itu sebelumnya diserahkan Kam saat hendak menyewa kamar.

“Waktu itu saya tidak ada dirumah, karena sedang berada di rumah sakit. Cucu saya yang menemui dia (Kam, red). Dia merebut paksa data-data diri (fotokopi KTP) miliknya dari cucu saya, kemudian tidak terlihat lagi sampai sekarang (kemarin, red),” tambahnya.(dbs)