![]() |
| Jasad Sofyan, korban pembunuhan saat di kamar jenazah RSUDAM. (insert: Sofyan). | foto: ist |
LAMPUNG - Prajurit Dua Ahmad Dadi Sucipto (ADS) kekasih Camelia (26), tersangka pembunuh Sofyan, Kabag Kepegawaian di Universitas Malahayati Lampung, ternyata telah meninggalkan kesatuannya (desersi) selama dua bulan. Dia dan Camelia tertangkap di Karawang, Jawa Barat.
Kini pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom-II) Lampung bekerja keras untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum anggota TNI AD itu, atas kasus pembunuhan yang terjadi di kamar kos Camelia, di Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Jumat (11/9/2015).
Hal ini diungkapkan Komandan Denpom-II Lampung Mayor (CPM) Dony Tri Windiarto. Bersama Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung, pihaknya berusaha mengungkap kejelasan kasus pembunuhan itu. Ketiga institusi negara tersebut menangani kasus ini secara intens.
"Polisi sudah melangkah lebih dulu dengan olah TKP, pra rekonstruksi dan sebagainya, karena itu dari kami pun bekerja keras menangani kasus ini karena sudah kalah cepat. Kami sementara ini sudah melakukan olah TKP. Kami juga sudah mengumpulkan para saksi untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan," jelasnya, Jumat (18/9/2015).
Menurutnya, Denpom saat ini sedang bergerak ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk melakukan penyelidikan atas hasil visum dokter ahli forensik.
"Anggota sudah ke RSUDAM untuk mendapatkan hasil visum korban dan keterangan para ahli tentang kondisi mayat korban tersebut. Jadi kini pihak Denpom sedang mendalami sampai dimana keterlibatan ADS dalam kasus penemuan mayat Sofyan yang diduga keras sementara ini pelakunya adalah saudari Kamella," urainya.
Terkait kebenaran status Prada Dadi yang merupakan anggota TNI AD itu, Dony membenarkan Prada Dadi yang menjadi anggota TNI AD kesatuan Kompi C Yonif 143 Banyu Urip Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, seperti dilansir Lampost.
"Setelah kami koordinasikan dengan satuan, ternyata betul oknum tersebut merupakan anggota TNI kesatuan Kompi C Yonif 143, yang pada saat ini anggota tersebut berstatus desersi," ungkapnya.
Dony menambahkan Prada Dadi kabur dari kesatuan sejak sekitar dua bulan lalu dan terlibat hubungan percintaan dengan Kamelia.
"Ini masih pengakuan sementara ADS, masih ada kemungkinan berubah-ubah," ujarnya.
Terkait status desersinya tersebut, Dony menerangkan sudah ada pelimpahan kasus tentang desersi yang dilakukan anggota TNI yang berinisial ADP tersebut. Atas hal itu pihaknya segera memastikan kebenarannya untuk segera menjemput Prada Dadi di Polda Lampung.
"Karena terkait anggota TNI, kamilah yang berwenang melakukan proses, baik itu penyelidikan, penyidikan, sampai pemberkasan hingga diserahkan ke Oditur Militer dan sampai ke kejaksaan untuk diajukan ke pengadilan," jelas dia.(*)
