Notification

×

Pemadaman Listrik Rugikan Pengusaha di Bandar Lampung

29 September 2015 | 8:35 PM WIB Last Updated 2015-09-29T13:35:09Z
(ilustrasi/ist)

BANDAR LAMPUNG - Pemadaman aliran listrik yang terjadi setiap hari dalam waktu yang lama mencapai empat jam, dikeluhkan para pemilik usaha, khususnya pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bandar Lampung. Itu karena akibat pemadaman listrik di siang hari membuat para pengusaha UMKM merugi.

Pada Selasa (29/9/2015), pemadaman listrik kembali terjadi di sebagian wilayah Kota Bandar Lampung, sekitar pukul 09.30 WIB. Bahkan di kawasan Bumi Waras, Telukbetung, pemadaman terjadi mulai pukul 05.30 WIB. 

Para pemilik usaha yang menggantungkan peralatannya dengan setrum PLN, terpaksa menutup tokonya. Pemilik usaha foto copy, tukang jahit, restoran, catering, potong rambut dan salon, tidak beroperasi.

"Kalau mati lampu setiap hari kadang siang kadang malam tidak tentu, jelas kami rugilah. Omzet kami menurun, pelanggan pun beralih ke tempat lain," kata Kiki, pemilik usaha foto copy di Langkapura, Bandar Lampung, Selasa. Ia terpaksa mengistirahatkan karyawannya seharian penuh.

Lendi, pemilik usaha jahit di Jalan Raden Imba Kesuma, Sukadanaham, tidak bisa melanjutkan pekerjaan menyelesaikan pesanan pelanggannya. Mesin jahitnya sudah menggunakan tenaga listrik. Akibatnya, dia hanya duduk menganggur, seperti dilansir Republika

"Tidak bisa kerja, mesin jahit sekarang pakai listrik. Kalau setiap hari begini, jelas rugi," tukasnya kesal.

PT PLN Distribusi Lampung merilis pemadaman listrik bergilir ini karena ada defisit daya selama musim kemarau. Menurut Manajer Hukum dan Humas PT PLN Distribusi Lampung, I Ketut Darpa, dua PLTA di Lampung yakni Waybesai (Lampung Barat) dan Batutegi (Tanggamus), mengalami penurunan debit selama kemarau. (*)