LAMPUNG - Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ruli Andi Yunianto mengatakan, alasan Camelia membunuh Sofyan, kepala bagian kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) Lampung karena akan diperkosa.
"Berdasarkan keterangan Camelia, dia membunuh Sofyan karena mau diperkosa," ujar Ruli kepada wartawan, Rabu (16/9/2015).
Camelia melakukan perlawanan dengan menyemprot obat nyamuk ke Sofyan hingga pingsan. Pada saat Sofyan pingsan, tutur Ruli, Camelia mengambil balok kayu lalu memukul Sofyan pakai balok kayu itu.
Sementara, paman korban, Sidik Permana mengaku sangat senang jika pelaku pembunuh keponakannya tertangkap.
"Saya beserta keluarga besar sangat senang pelaku itu telah tertangkap. Harapannya, pihak berwajib harus menghukum seberat mungkin," kata dia saat ditemui di kediaman korban di Jalan Danau Mentana 288 Kedaton.
Sedangkan Rektor Universitas Malahayati M Kadafi mengatakan, Kabag Kepegawaian Unimal Sofyan merupakan sosok yang humoris dan sangat baik dalam bekerja. Selain itu, di dalam pertemanan korban tak pernah berselisih dengan sesama karyawan.
"Beliau sangat ramah dan hobinya memang bercanda. Kami sivitas akademika Unima kehilangan sosok Sofyan yang humoris, baik dan bertanggung jawab. Harapannya amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT," ujar M Kadafi Rektor Unimal saat dihubungi, Rabu petang.
Pada pra rekonstruksi itu, para jurnalis dilarang masuk ke dalam kamar kos Camelia oleh aparat kepolisian. Para jurnalis pun menempuh berbagai cara untuk mendapatkan gambar proses pra rekonstruksi di dalam kamar kos Camelia, seperti dilansir Tribunlampung.
Para jurnalis sampai harus memanjat tembok agar bisa membidik kameranya ke dalam kamar kos Camelia. Para jurnalis mengambil gambar dari lubang udara kamar kos Camelia. (*)
