![]() |
| Kondisi Motor Go-Jek yang Ditabrak Kopaja dan Mobil Avanza (foto: okezone) |
LAMPUNG ONLINE - Seorang pengemudi Go-Jek asal Lampung, Gunawan (47) dan istrinya, Lilis Lestari (36), meninggal dunia. Sedangkan anak sang pengemudi Go-Jek, Ghiraldo Banu Seprizky (8) kritis dan masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Gunawan mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
Gunawan dan istrinya tewas setelah ditabrak Bus Kopaja Kampung Melayu-Ragunan bernomor polisi B 7664 RE, di Jalan Warung Buncit, Pejaten, Pancoran, Jakarta Selatan, sekira pukul 13.00 WIB, Rabu (16/9/2016).
Di Jakarta, Gunawan dan keluarganya tinggal di Kalibata Pulo RT 13 RW 05 Jakarta Selatan. Dia tewas di lokasi setelah terhimpit dan ditabrak dua mobil yakni Bus Kopaja 612 dan Toyota Avanza hitam B 1508 TIU.
Gunawan dan istrinya tewas setelah ditabrak Bus Kopaja Kampung Melayu-Ragunan bernomor polisi B 7664 RE, di Jalan Warung Buncit, Pejaten, Pancoran, Jakarta Selatan, sekira pukul 13.00 WIB, Rabu (16/9/2016).
Di Jakarta, Gunawan dan keluarganya tinggal di Kalibata Pulo RT 13 RW 05 Jakarta Selatan. Dia tewas di lokasi setelah terhimpit dan ditabrak dua mobil yakni Bus Kopaja 612 dan Toyota Avanza hitam B 1508 TIU.
"Betul ada kecelakaan satu korban meninggal dunia atas nama Gunawan. Dua korban lainnya yakni istri korban dan anaknya dilarikan ke Rumah Sakit JMC," jelas Kanit Humas Polsek Pancoran Bripka Rubiyanto kepada wartawan di lokasi.
Saat itu korban sedang bersama istri dan anaknya, tiba-tiba Kopaja menghantam motor Gunawan yang bernomor polisi BE 3360 OW dan mobil Avanza hitam.
"Istrinya sedang hamil besar tulang kakinya patah dan satu anaknya masih di bawah umur," kata Rubiyanto.
Dari pengakuan pengemudi Kopaja 612, Budi (26) dia melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa mengerem kendaraannya sehingga terjadi tabrakan tersebut.
"Ngerem dari jauh ada botol keganjel di rem diinjek keras enggak bisa ngerem. Mau kanan ada orang kiri ada orang tabrak Avanza dulu baru motor, bannya kehajar mental," kata Budi.
Budi yang tinggal di Karet Tengsin, Bivak, Jakarta Pusat, itu dihajar massa dan bus Kopaja rusak parah. Takut diamuk warga, dia melarikan diri ke Polsek Pancoran, seperti dilansir Okezone.
"Dihajar massa lari ke warung ngamanin diri. Saya singkirin bus ke pinggir, saya minta teman antar ke pos," tutupnya. (*)
