LAMPUNG - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung telah memetakan titik rawan menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Dalam pemetaan ini, personel akan mengawal dan mengamankan sesuai dengan titik rawan di setiap kabupaten, khususnya markas begal di Lampung.
"Tiap kabupaten kita buat. Ada namanya pola pengamanan. Kalau aman, diterjunkan 2 polisi 5 tempat pemungutan suara (tps) 10 Linmas. Rawan 1, akan diterjunkan 2 polisi 4 Linmas 2 TPS. Rawan 2, 2 polisi 1 TPS 2 Linmas," terang Karo Ops Polda Lampung, Kombes Sahimin Zainuddin, Kamis (3/9/2015).
Adapun titik rawan yang dimaksud yaitu seperti di pegunungan yang jauh dengan daerah perkampungan lain, atau rawan konflik banyak begal disebut titik rawan satu (1). Sementara titik rawan dua yaitu daerah yang masih bisa dijangkau dengan jalan kaki selama satu hari.
Namun demikian, Suhaimin yakin jika pilkada mendatang akan aman-aman saja. Pasalnya calon kepala daerah yang maju dalam pertarungan nanti memiliki kekuatan massa yang besar dan orang terpilih di daerah masing-masing.
"Mereka orang-orang hebat. Mereka punya massa banyak, semua punya massa. Tapi dengan koordinasi kita dan koordinasi kita dengan mereka saya kira kalau ada perselisihan bisa diselesaikan dengan baik," lanjut Sahimin.
Tapi, sambung dia, kalau ada pelanggaran kita akan tindak tegas melalui proses hukum.
"Kuncinya di situ kalau sudah kita imbau sudah kita ajak pakta integritas, pelaksanaan nanti kita ingatkan, terjadi pelanggaran hukum kita akan tindak secara tegas," tutur Sahimin, seperti dilansir Merdeka.
Namun, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kata Suhaimin, pihak keamanan sudah siap baik dari personel rayon polres, rayon polsek, sampai ke tingkat polda. Personel ini akan difungsikan dan dikerahkan semaksimal mungkin. (*)
