Notification

×

Tersangka Pergi, Pegawai Unimal Lampung Masih Bernafas

20 September 2015 | 12:51 PM WIB Last Updated 2015-09-21T08:56:03Z
Tersangka Pergi, Pegawai Unimal Lampung Masih Bernafas
Tersangka Camelia (menutup hidung) saat pra rekonstruksi (kiri). Camelia. (kanan). | foto: ist

BANDAR LAMPUNG - Jika lekas mendapat pertolongan, mungkin nyawa Sofyan, Kabag Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) Lampung, yang ditemukan tewas di kamar kos tersangka Camelia (26), tiga hari setelah dibunuh wanita itu di Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Jumat (11/9/2015) lalu, bisa diselamatkan. 

Itu karena saat ditinggal pergi tersangka Camelia yang dibantu satu tersangka lain, kondisi korban Sofyan masih bernafas. Setelah memukul Sofyan, wanita itu segera pergi untuk mengambil fotokopi KTP miliknya dari cucu pemilik kosan Nedi. Camelia pun mengakui jika dirinya memerintahkan rekannya tersebut untuk melakban mulut dan mengikat tangan korban. 

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya berdasarkan pengakuan tersangka kepada Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung, yang terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap Camelia, tersangka kasus pembunuhan Sofyan, 

“Hari ini tim kembali memeriksa tersangka,” jelasnya, Sabtu (19/9/2015).

Menurut Dery, hasil sementara pemeriksaan terhadap Camelia adalah, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (8/9/2015), sekitar pukul 14.20, tiga hari sebelum mayat Sofyan ditemukan membusuk. 

Peristiwa tersebut berawal dari pertemuan antara tersangka Camelia dan Sofyan di kamar kos wanita itu. 

“Sempat terjadi percekcokan di antara keduanya yang berujung dengan terjadinya pembunuhan,” ungkap Dery.

Terkait tersangka lain yang membantu Camelia dalam melakukan aksinya, Dery masih enggan menyebutkan identitasnya. Sebelumnya, tersangka Camelia mengaku membunuh Sofyan bersama kekasihnya, oknum TNI Prada Dadi. 


Dery menambahkan pihaknya akan kembali menggelar prarekonstruksi guna menguak keterangan tersngka yang masih berubah-ubah dan berbelit-belit, seperti dilansir Lampost

“Masih banyak keterangan yang kerap berubah dalam proses BAP kemarin. Karena itu, kami akan kembali melakukan prarekonstruksi dalam waktu dekat. Baru setelah itu melakukan rekonstruksi yang dijadwalkan kira-kira tanggal 28 September 2015,” jelas dia. (*)