![]() |
| Gajah mati (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Pihak Worldwide Fund for Nature (WWF) Indonesia Lampung dan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, meminta pihak berwenang mengusut kasus kematian gajah bernama Yongki. Yongki merupakan salah satu gajah patroli TNBBS.
"Selamat jalan Yongki. Kami prihatin dan berduka. Semoga pelaku pembunuhan segera diketahui," ujar Edi, salah satu staf lapangan WWF Indonesia Lampung di TNBBS Lampung, Sabtu (19/9/2015).
Ia berharap pelaku segera diusut dan akhirnya ditangkap, sehingga dapat segera diproses hukum sebagaimana mestinya.
Yongki merupakan salah satu gajah patroli di TNBBS, yang sudah sekitar enam tahun menjalankan tugas menghalau konflik gajah di wilayah Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Ia kedapatan mati dengan gading terpotong.
Informasi dari sejumlah pihak di Bengkunat, Pesisir Barat, menyebutkan, Yongki (15), yang merupakan gajah jinak anggota Elephant Patrol TNBBS itu ditemukan mati dengan bagian depan tubuhnya sudah tanpa gading, pada Jumat (18/9) pagi.
Diperkirakan, gajah yang berasal dari TNWK ini dibunuh pada Kamis (17/9) hingga Jumat dini hari oleh kawanan pemburu gajah yang berkeliaran di sekitar TNBBS, seperti dilansir Beritasatu.
Selama ini, Yongki didatangkan dari TNWK dan sudah enam tahun menjalankan tugas sebagai penghalau konflik gajah di wilayah Pemerihan Kecamatan Bengkunat, areal sekitar hutan TNBBS.
Diduga, Yongki telah dibunuh oleh kawanan pemburu liar yang memang mengincar gadingnya. Kematian gajah Yongki baru diketahui Jumat pagi hari, padahal malam sebelumnya diketahui masih ada di camp patroli gajah di Bengkunat itu.
Diperkirakan, para pelakunya sudah merencanakan aksi itu dengan matang, sehingga ulah mereka tidak diketahui petugas TNBBS maupun pihak terkait di sana.
Hingga kini, belum diperoleh konfirmasi dari pihak Balai TNBBS atas kematian gajah itu. (*)
