![]() |
| (foto: Softpedia) |
SABURAI LAMPUNG - Pada awal September, peneliti mengumumkan penemuan spesies manusia yang tidak diketahui di Afrika Selatan. Homo Neledi, nama spesies baru yang diumumkan peneliti tersebut. Setelah tulang berusia 1.550 dikaji, para peneliti menyadari spesies dalam genus Homo ini berbeda dengan sebelumnya.
Sejak ditemukan, peneliti mengaku banyak yang bisa dipelajari dari sisa tulang berulang spesies baru itu. Dilihat dari tulang mereka, peneliti memiliki gagasan yang baik tentang bagaimana Homo Naledi menghabiskan waktu sehari-hari.
Sebagaimana dilaporkan Softpedia dan Okezone, Kamis (8/10/2015), ditulis dalam jurnal Nature Communication, spesialis menjelaskan anatomi tangan dan kaki menunjukkan kesempurnaan sehingga bisa untuk memanjat pohon dan berjalan tegak. Terlebih, terdapat bukti Homo Naledi memiliki bakat dalam memanipulasi.
“Homo Naledi mungkin telah dibekali dengan kemampuan beradaptasi unik untuk memanjat pohon dan berjalan sebagai bentuk dominan dari gerakan, selain itu mampu memanipulasi petunjuk secara tepat,” kata peneliti yang dikutip Phys Org.
Dengan demikian, sisa kerangka mengarah pada penemuan spesies manusia baru ini menunjukkan bahwa Homo Naledi memiliki pergelangan tangan dan ibu jari yang memungkinkan untuk menangkap dan memanipulasi objek. Tulang jari yang melengkung, bagaimanapun juga menjadi tanda bahwa Homo Naledi sering memanjat pohon.
Sementara kakinya dirancang sempurna, sehingga memungkinkan untuk berdiri tegak, meskipun jari kaki terlalu sedikit melengkung. Para ilmuwan juga mengatakan pergelangan dan jempol Homo Naledi merupakan ciri yang dimiliki Neanderthals dan manusia modern. Kemudian, jari-jari melengkung mendekati spesies hominin seperti Australopithecus afarensis, yang hidup antara 3,9 dan 2,9 juta tahun lalu. (*)
