Notification

×

BI: Pembangunan Tol Sumatera Tingkatkan Investasi di Lampung

02 October 2015 | 8:18 PM WIB Last Updated 2015-10-02T13:20:58Z
Plang pembangunan tol Sumatera di Lampung. (ist)

LAMPUNG - Penyelesaian proyek pembangunan jalan tol Sumatera di Provinsi Lampung berdampak pada meningkatnya investasi di daerah ini, dari 2,87 persen pada triwulan I-2015 menjadi 3,66 persen pada triwulan II.

Berdasarkan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Lampung Triwulan II-2015 yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, yang diterima pada Jumat (2/10/2015), peningkatan investasi tersebut terdorong oleh pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengairan dan energi.

Dalam laporan BI itu disebutkan, berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPT) Provinsi Lampung, total realisasi investasi yang masuk ke Provinsi Lampung sampai dengan triwulan II-2015 mencapai Rp3,28 triliun.

Investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp2,55 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp737,1 miliar.

Dimulainya pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pembangunan di Lampung secara langsung ikut mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di daerah ini.

Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang sudah dimulai dan terus dipercepat, yakni penyelesaian jalan tol Sumatera dari Bakauheni (Lampung Selatan) hingga Terbanggi Besar (Lampung Tengah), yang ditargetkan rampung pada 2018.

Pembangunan jaringan infrastruktur gas bumi terintegrasi di Provinsi Lampung yang dilintasi pipa gas Sumatera Selatan ke Jawa Barat oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN), dan perbaikan jaringan irigasi, juga mendukung perkembangan ekonomi dan investasi di Lampung.

Saat ini tengah dilakukan perbaikan jaringan irigasi dan perbaikan dam Sukoharjo I dan Segala Miderdi Lampung Tengah dan dam Sukaraja Tiga di Lampung Timur untuk meningkatkan produksi pertanian.

Dukungan lain, menurut laporan BI Provinsi Lampung, yakni adanya pembangunan "double track" jalur kereta api Lampung--Sumsel, pembangunan "dry port" di Pelabuhan Panjang, penambahan dua dermaga di Bakauheni, serta optimalisasi bandara dan pelabuhan.

Indikasi pertumbuhan investasi di Lampung ini juga ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan konsumsi listrik PLN untuk sektor industri. Konsumsi listrik segmen industri tumbuh sebesar 5,45 persen, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 2,00 persen.

Jumlah pelanggan industri PLN pada triwulan II 2015 juga meningkat menjadi 564 industri. Selain itu, salah satu indikasi pertumbuhan investasi adalah impor barang modal (BM) seperti mesin dan perlengkapannya dan alat angkutan untuk industri.

Meskipun masih mengalami kontraksi, volume impor barang modal pada triwulan II 2015 mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 3,45 ribu ton, seperti dilansir Wartaekonomi.

Berdasarkan hasil wawancara ke pihak perusahaan, asosiasi dan lembaga pemerintah, yang dilakukan Kantor BI Perwakilan Provinsi Lampung diketahui bahwa pada triwulan II 2015 investasi yang dilakukan sebagian besar berupa perluasan lini bisnis dan pembelian fasilitas perusahaan.

Kegiatan investasi cukup besar dilakukan di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan, khususnya subsektor peternakan. Kontak pada subsektor peternakan berencana membangun lini bisnis baru, yaitu peternakan "dairy". Saat ini perusahaan sudah membangun kandang dengan total investasi Rp30 miliar.

Selain itu, perusahaan juga sedang menginvestasikan pengembangan usaha "breeding" dan ditargetkan berjalan penuh pada 2016. Investasi lainnya yaitu "feasibility study" mengenai Rumah Potong Hewan (RPH) modern serta rencana pengembangan fungsi agribisnis yang melibatkan seluruh anak perusahaan, demikian laporan Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung. (*)