![]() |
| Jokowi saat berkunjung ke Lampung, Jumat (6/11/2015). (foto: lampungprov) |
LAMPUNG - Provinsi Lampung menduduki peringkat kedua se-Sumatera yang tingkat konsumsi listriknya tinggi. Kebutuhan listrik Lampung 809 MW, sedangkan yang terpenuhi 543 MW. Jadi kekurangannya 266 MW dibantu dari Sumatera Selatan.
Saat berkunjung ke Lampung, Jumat (6/11/2015), Presiden Joko Widodo yang didampingi Gubernur Lampung Ridho Ficardo, menjelaskan, dalam lima tahun mendatang Pulau Sumatera akan bebas dari pemadaman listrik.
"Tentunya
dengan memaksimalkan pembangkit yang kita punya, tetapi diusahakan
untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan pasokan listrik tersebut,"
ujarnya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Lampung, Minggu
(8/11/2015).
Sementara, transfer daya sebesar 88 MW yang masuk dari PLTU Tarahan 3, ditambah beberapa kiriman pasokan daya dari pembangkit Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lampung.
Sehingga total transfer daya yang masuk ke Lampung sampai saat ini rata-rata sekitar 300 MW
Sementara, transfer daya sebesar 88 MW yang masuk dari PLTU Tarahan 3, ditambah beberapa kiriman pasokan daya dari pembangkit Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lampung.
Sehingga total transfer daya yang masuk ke Lampung sampai saat ini rata-rata sekitar 300 MW
"Belum
bisa dikatakan daya listrik stabil. Namun tambahan daya dari PLTU
Tarahan 3 bisa mengurangi pemadaman yang kerap terjadi di wilayah
Lampung," terang Deputi Manajer Distribusi PT PLN Distribusi Lampung,
Alam Awaludin. (*)
