![]() |
| Jalan rusak di Lampung. (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Ruas jalan di Provinsi Lampung yang kondisinya hingga kini masih terlihat sangat rusak parah mendapat perhatian dari anggota DPRD Provinsi Lampung.
Wakil
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Kadek Suwastika mengatakan,
sebagian jalan Provinsi Lampung kondisinya rusak parah, terutama jalur
Merapi Seputih Mataram, di Lampung Tengah yang kondisinya sangat
memperihatinkan.
“Kedalaman
lubang jalan hingga 50 cm. Jalan di sana memang cukup parah. Hal ini
diperparah setelah jembatan Lempuyang Bandar yang putus awal tahun ini,
jalan ini dijadikan alternatif menuju jalur lintas timur. Banyak mobil
muatan berat yang melintas, menambah kerusakan yang terjadi,” kata
politisi PDIP ini saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (4/12/2015).
Menurut
dia, rigid merupakan salah satu cara untuk perbaikan, yang sesuai untuk
ruas jalan yang memiliki kontur tanah labil. Belum lagi tahun depan,
Dinas Bina Marga mendapatkan kucuran dana APBD yang cukup besar untuk
melakukan perbaikan jalan provinsi sebesar Rp600 miliar.
“Kita
juga mendorong agar jalan Provinsi Lampung yang ada di kabupaten bisa
mulus, sehingga mobilitas warga dapat berjalan dengan baik. Meskipun
jumlah anggaran tersebut belum mampu memenuhi perbaikan jalan provinsi
sepanjang 151 km,” imbuhnya.
Di
sisi lain, lanjut suami Ketua DPRD Tulang Bawang Winarti ini, Dinas
Bina Marga juga harus memperhatikan drainase yang ada di sepanjang jalan
provinsi karena jika drainase jalan buruk, ini akan mempercepat
kerusakan jalan.
“Saya
juga melihat, sistem drainase jalan provinsi di sana tidak berjalan.
Hal ini membuat air mengenangi badan jalan, mengikis aspal jalan,” tutup
Kadek, seperti dilansir Lampost.
Terpisah,
Kepala Dinas PU Bina Marga, Budhi Darmawan mengatakan, tahun 2014 lalu
Dinas Bina Marga telah melakukan pemetaan pengerasan jalan.
“Jadi
beberapa titik yang tidak bisa di hotmik, akan dibeton, sehingga umur
jalan tersebut bisa lebih panjang. Ditahun 2016, belanja perbaikan jalan
provinsi dinas Bina Marga, masih difokuskan pada rigid beton. Seperti
jalan di Kotagajah Seputih Raman, dan jalan Merapi Seputih Mataram,
Jatimulyo-Kibang,” kata pria yang akrab disapa Budhi.
Menurut
dia, rigid beton akan menambah muatan sumbu terberat (MST) jalan
sebesar 10 ton, sedangkan MST jalan provinsi hanya 8 ton. Selain itu,
jalan provinsi Jatimulyo-Kibang yang menghubungkan Kota Metro itu
menjadi prioritas tahun depan.
“Tahun
2016 jalan di sana sebagian akan di-rigid beton karena kontur tanahnya
labil. Ini dilakukan karena beberapa kali di-hotmix umur jalan tidak
lama. Kita untuk tahun 2015 ini sudah perbaiki jalan tersebut yang
panjanjang 18 kilometer namun hanya pada beberapa titik saja," ujar
Budhi. (*)
