![]() |
| Manajer Distribusi PLN Lampung, Alam Awaluddin. (ist) |
LAMPUNG - Bukannya berkurang seperti janjinya, yang hanya akan memadamkan aliran listrik empat hari sekali dengan durasi hanya satu jam, tapi mati listrik di Provinsi Lampung pada Desember 2015 ini makin gencar dan kian parah..
Seperti yang terjadi pada Minggu (20/12/2015). Hampir semua wilayah di Lampung terjadi pemadaman listrik. Bahkan ada yang durasinya hingga 10 jam!.
Contohnya di kawasan Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung. Pemadaman listrik mulai terjadi pukul 18.30 WIB, Minggu. Listrik menyala sekira pukul 21.30 WIB. Namun kembali padam dan baru hidup kembali sekira pukul 01.30 WIB, Senin (21/12/2015).
Tetapi kembali padam dan nyala lagi sekira pukul 05.30 WIB. Hari ini juga, sekira pukul 9.30 WIB kembali mati listrik dan menyala kembali sekira pukul 15.00 WIB tadi.
Bukan baru kali ini saja PLN di Lampung memadamkan aliran listrik hingga berjam-jam. Sebelumnya pada 14 Desember 2015, PLN menghentikan aliran listrik sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Selama delapan jam dari siang hingga malam hari itu, konsumen, terutama yang mengandalkan mata pencahariaan dengan tenaga lsitrik, hanya bisa kecewa dan mengecam PLN di Lampung.
"PLN Lampung bohong terus!. Mati listrik semakin parah. Tak usah janji-janji kalau tidak bisa ditepati," tukas Agus, warga setempat yang memiliki usaha warung internet (warnet), kepada Lampung Online.
"PLN Lampung bohong terus!. Mati listrik semakin parah. Tak usah janji-janji kalau tidak bisa ditepati," tukas Agus, warga setempat yang memiliki usaha warung internet (warnet), kepada Lampung Online.
Umpatan senada dilontarkan Andri, warga Way Halim dan beberapa warga yang merupakan konsumen pelanggan PLN di Lampung lainnya. Saat ini, mayoritas masyarakat Lampung tak ada lagi yang percaya dengan janji PLN di Lampung, karena selalu diingkari.
Dari informasi yang dihimpun, Manajer Humas PT. PLN Distribusi Lampung I Ketut Dharpa mengatakan, padamnya listrik di Lampung ini karena gangguan sistem penghantar di Blambangan Umpu, Way Kanan.
“Gangguan terjadi sejak kemarin pada sistem jaringan 50 KV. Kita terus melakukan perbaikan-perbaikan secara bertahap. akibat dari gangguan iitu, Lampung kekurangan daya 180 MW. Pembangkit kita memang terbatas. Mudah-mudahan sore ini semua teratasi,” kata dia, Senin.
Namun ketika disinggung penyebab gangguan listrik itu, I Ketut Dharpa hanya mengatakan jika pihaknya kini sedang melakukan investigasi.
Sebelumnya, Manajer Distribusi PLN Lampung, Alam Awaluddin, saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini mengatalan jika solusi agar listrik normal kembali bila hujan telah turun.
Saat itu, kata Alam, musim kemarau panjang menyebabkan debit air PLTA Way Besai dan PLTA Batu Tegi menurun drastis. Pasokan daya listrik dua PLTA tersebut minus. Akibatnya terjadi defisit daya di Lampung berkisar 97 - 150 megawatt pada waktu siang dan malam. (ruslan)
“Gangguan terjadi sejak kemarin pada sistem jaringan 50 KV. Kita terus melakukan perbaikan-perbaikan secara bertahap. akibat dari gangguan iitu, Lampung kekurangan daya 180 MW. Pembangkit kita memang terbatas. Mudah-mudahan sore ini semua teratasi,” kata dia, Senin.
Namun ketika disinggung penyebab gangguan listrik itu, I Ketut Dharpa hanya mengatakan jika pihaknya kini sedang melakukan investigasi.
Sebelumnya, Manajer Distribusi PLN Lampung, Alam Awaluddin, saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini mengatalan jika solusi agar listrik normal kembali bila hujan telah turun.
Saat itu, kata Alam, musim kemarau panjang menyebabkan debit air PLTA Way Besai dan PLTA Batu Tegi menurun drastis. Pasokan daya listrik dua PLTA tersebut minus. Akibatnya terjadi defisit daya di Lampung berkisar 97 - 150 megawatt pada waktu siang dan malam. (ruslan)
