Notification

×

Kapolda Lampung Cari Akar Masalah Konflik Warga

15 February 2016 | 9:58 AM WIB Last Updated 2016-02-15T02:58:59Z
 Ike Edwin (dok)

LAMPUNG - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigjen Ike Edwin menyatakan, pihaknya perlu mencari akar permasalahan yang selalu menjadi penyebab terjadi konflik sosial atau horizontal di daerah Lampung, agar selanjutnya dapat diantisipasi dan ketemu solusinya.

"Pemicu pertikaian sangat mudah untuk diselesaikan, namun akar masalahnya itulah yang bisa menjadikan begitu mudah masyarakat kita tersulut dengan persoalan-persoalan kecil," ujar dia, Sabtu (13/2/2106).

Menurut kapolda, pihaknya masih terus menggali persoalan-persoalan itu agar diketahui akar masalah untuk mendapatkan solusinya, sehingga ke depan tidak lagi terjadi kerusuhan atau konflik di tengah masyarakat.

Dia mencontohkan kasus bentrokan antarwarga di Kabupaten Lampung Utara beberapa waktu lalu, pemicunya memang karena kasus pembunuhan seorang pelajar setempat. Namun secara keseluruhan itu hanya pemicunya saja, sedangkan akar permasalahannya masih ada lagi.

"Mudah kalau mengatasi pemicunya, ada konflik datangkan saja Brimob atau aparat kepolisian lainnya akan selesai, namun itu tidak memastikan ke depan tidak muncul konflik lain lagi," kata kapolda.

Ike menyebut istilah fenomena gunung es, yaitu dipangkas sisi atas masih akan terus tumbuh di bawah lebih besar lagi, karena akar atau induk persoalan masih berada di bawahnya sehingga akan terus muncul.

Karena itulah, Kapolda itu melanjutkan, akan segera mengumpulkan tokoh masyarakat adat dan ahli kebudayaan untuk membahas persoalan yang terjadi di sejumlah daerah di Lampung, sehingga permasalahan itu dapat segera diatasi, seperti dilansir Teropongsenayan.

Ia mengatakan lebih lanjut, upaya mengantisipasi konflik tersebut perlu ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan peran kepala desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk mengatasi permasalahan sedini mungkin.

"Seperti halnya konflik yang terjadi di Lampung Selatan memang kelihatannya tenang, tapi itu menghanyutkan," ujar kapolda.

Apalagi, kondisi perpolitikan juga turut menghangatkan konflik terus berkembang di Lampung.

"Kami akan turun ke daerah-daerah untuk menyosialisasikan pengembangan atau pelestarian kearifan lokal dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Lampung," kata kapolda. (*)